nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buya Syafii Maarif Minta Penyebutan Jokowi Tak Perhatikan Islam Dihentikan

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 13:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 06 337 1987602 buya-syafii-maarif-minta-penyebutan-jokowi-tak-perhatikan-islam-dihentikan-Nl4yqmGWGd.jpg Joko Widodo di acara Milad seabad Muallimin-Muallimat, Yogyakarta. Foto: Okezone/Kuntadi

YOGYAKARTA – Mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau yang dikenal dengan Buya Syafii Maarif mengajak masyarakat untuk menghentikan pelabelan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap tidak memerhatikan islam.

Buya Syafii menyebut dalam beberapa agenda, Presiden Jokowi selalu menyempatkan hadir dalam kegiatan yang digelar oleh organisiasi persyarikatan Muhammadiyah.

Menurut dia, Jokowi merupakan Presiden pertama yang datang di kampus Muallimin-Muallimat, kampus yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan sejak 1918.

“Mungkin ini Presiden pertama yang berkunjung ke sini,”jelas Buya Syafii dalam Peringatan Milad Satu Abad Muallimin-Muallimat Muhammadiyah di Yogyakarta, Kamis (6/12/2018).

Foto: Okezone/Kuntadi 

Jokowi, kata Buya, juga terus hadir dalam kegiatan yang dilakukan oleh persyarikatan Muhammadiyah, seperti Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Surabaya atau ke Lamongan, Jawa Timur, dan memberikan SK ke beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Kalau ada yang berkata Presiden kurang perhatian kepada Islam, hentikanlah,” ujar Syaiffi yang merupakan alumni Muallimin.

Menurutnya, kehadiran Jokowi dalam acara ini dalam kapasitasnya sebagai seorang presiden. Bukan sebagai seorang calon presiden. Sebab sesuai aturan yang ada di KPU, tidak boleh capres hadir di lingkungan pendidikan atau kampus. “Aturan KPU kan seperti itu,” jelasnya.

Muallimin, kata dia, juga akan membangun kampus terpadu di Sedayu Bantul. Presiden juga sudah memerintahkan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno untuk membantu dalam proses pembangunan. Bahkan rencananya pembangunan yang akan dilakukan pada awal 2019 akan di majukan minggu depan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini