TKN Jokowi: Prabowo Ingin Mendikte Media Seperti 20 Tahun Lalu

Witri Nasuha, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 15:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 06 605 1987658 tkn-jokowi-prabowo-ingin-mendikte-media-seperti-20-tahun-lalu-uXnfjajTZu.jpg Lukman Edy (Arif/Okezone)

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menanggapi pernyataan Prabowo Subianto yang mengritik media soal pemberitaan reuni 212. Wakil Direktur TKN Jokowi-Ma’ruf, Lukman Edy menilai Prabowo ingin mendikte media seperti yang dilakukan pemerintah Orde Baru.

“Prabowo bilang (reuni) aksi 212 tidak terlalu diungkap oleh media. Kami pantau, headline media cetak banyak sekali menampilkan foto-foto aksi (reuni) 212, mungkin tidak semua TV yang live, tetapi pemberitaan, liputan bahkan talk show-talkshow banyak sekali hampir di semua TV,” kata Lukman dalam konferensi pers di Rumah Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

“Kalau kemudian, kebanyakan atau sebagian besar TV, media-media cetak dan elektronik menyiarkan fakta-fakta, sebenarnya bukan framing, saya kira tidak bisa disalahkan medianya, itu bagian dari objektifitas media dalam melihat (reuni) 212,” lanjut politikus PKB itu.

 

Prabowo dan Sandiaga (Heru/Okezone)

Menurutnya media massa berttanggung jawab menyampaikan fakta apa adanya.

“Pada posisi inilah saya melihat Prabowo itu tidak clear dalam menilai pilar demokrasi. Media itu salah satu pilar demokrasi. Kalau kemudian objektifitas media dianggap sebagai pihak yang negatif terhadap gerakan 212 dan negatif terhadap pak Prabowo yang ada di belakangnay itu merupakan subjektiftas Prabowo sendiri,” ujar Edy.

Dia menilai sikap Prabowo yang marah ke media hanya menunjukkan karakternya yang ingin mendikte pers seperti di era pemerintahan Orde Baru. “Karakter ingin mendikte, karakter framing media. Seperti ini yang dilakukan 20 tahun lalu, saat ini sudah enggak bisa,” tukas Edy.

“Jangan memandang media ini dengan kacamata subjektifitas, biarkan media ini tumbuh dengan objektifitasnya sendiri, dengan cara pandangnya sendiri. Karna ini bagian dari tanggung jawab media untuk membangun demokrasi kita.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini