nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Aksi Agustinus Woro Memanjat Sutet hingga Markah Jalan di Jakarta

Athallah Muti, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 21:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 07 338 1988285 sederet-aksi-agustinus-woro-memanjat-sutet-hingga-markah-jalan-di-jakarta-ryBqPAzfbF.jpg Agustinus Woro (foto: ist)

JAKARTA - Agustinus Woro (50), pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggemparkan warga dengan menaiki markah jalan di Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ini bukan hanya sekali atau dua kalinya Agus memanjat markah jalan, ia memang sudah sering kali melakukan aksi memanjat sutet, baliho, JPO, menara atau bangunan tinggi lainnya.

Aksi demo tunggal yang dilakukan Agus ini, diduga lantaran menjelang peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang jatuh pada 10 Desember mendatang, Agus meminta usut tuntas penembakan anak TNI Menteng.

Berikut Okezone berhasil merangkum sederet aksi memanjat Agustinus Woro di Jakarta, Jumat (7/12/18):

1. Markah Jalan di Dukuh Atas

Pada Jumat, 7 Desember 2018, Agustinus menaiki markah jalan di Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Agus menaiki markah jalan tersebut dengan menggunakan baju merah sambil membawa bendera merah putih, dan mengibarkan dua spanduk yang menutupi markah jalan tersebut.

Dua spanduk tersebut bertuliskan, "DPR, MPR, DPD, homo, lesbi, bencong, saya golput aja pilegnya, bubarkan partai-partai politik", “Selamat Hari HAM penembakan misterius anak TNI Menteng harus diusut.”

 (Baca juga: Pemanjat Marka Jalan di Dukuh Atas Ternyata Agustinus)

Dikabarkan bahwa saat ini Agus sudah berhasil diturunkan oleh Petugas Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan kota Jakarta Pusat. Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Agustinus ini dianggap menggangu ketertiban umum, sehingga petugas pemadam kebakaran langsung menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

asd

2. Papan Reklame di Pasar Rebo

Pada Rabu, 12 September 2018, Agus memanjat papan reklame di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dikabarkan bahwa saat itu Agus tidak mau turun jika tidak dipertemukan dengan Jimly Asshiddiqie seorang mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

(Baca juga: Didatangi Jimly Asshiddiqie, Agustinus Turun dari Baliho Pasar Rebo)

3. Baliho di Depan Menara Mulia, Setia Budi

Pada 18 November 2017, Agus kembali memanjat Baliho di depan Menara Mulia, Setia Budi, Jakarta Selatan. Dari hari sebelumnya, ia juga memanjat di baliho yang sama, aksi memanjat tersebut tidak diketahui apa motifnya.

4. Sutet di Tanjung Priok

Pada 14 Agustus 2017, Agus kembali berulah memanjat sutet di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia bertahan selama 30 jam, aksi tersebut ia lakukan untuk mengusut tuntas kasus kematian keponakannya, lantaran tidak terima dengan kematian keponakannya yang disebabkan oleh kecelakaan.

5. Papan Reklame di Halte Busway Harmoni

Pada 2 Januari 2017, papan reklame di Halte Busway Harmoni, Jakarta Pusat, kini menjadi tempat panjatan Agus dengan membawa spanduk “Eksekusi Oknum Hakim Mafia”, ”Hukum Oknum Dandim Ngada Sengaja Bunuh Anak Yatim”. Saat itu ia juga sudah mempersiapkan bekal, dan membawa gunting untuk mengusir petugas yang akan menyelamatkannya.

as

6. Baliho di Jalan Panjang, Kedoya Utara Kebon Jeruk

Pada 16 Desember 2016, kali ini Agus memanjat baliho dengan ketinggian 20 meter, di Jalan Panjang, Kedoya Utara Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia membentangakan spanduk bertuliskan “Panti Sosial Bukan Penjara, Anak Jalanan Bukan Penjahat”, aksinya tersebut memakan waktu selama 10 jam.

7. Papan Reklame di Grogol

Pada 9 Desember 2016, Agus memanjat papan reklame puluhan meter di Grogol, Jakarta Barat. Agus bertahan di atas papan reklame selama 5 jam. Alasan Agus memanjat papan reklame tersebut karena ia kecewa dengan proses hukum terkait kematian ponakannya pada 10 Juli lalu, Agus tidak percaya ponakannya meninggal karena kecelakaan.

8. Sutet di Kawasan Pasar Senen

Pada 26 September 2016, aksi Agus kini memanjat sutet di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Motif kali ini ia memanjat memprotes untuk eksekusi Oknum Hakim Mafia, ia memanjat diketinggian 30 meter, ketika salah satu petugas ingin membujuknya, Agus malah menyiram bensin ke petugas itu. Ia bertahan selama 3 hari.

9. JPO Halte GBK di Senayan

Pada 7 Juli 2014, Agus memanjat jembatan penyebrangan orang ( JPO) Halte Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan. Ia melakukan aksinya sejak tanggal 4 Juli 2014, terhitung sudah 4 hari Agus berada di atas JPO Halte tersebut. Aksi memanjat itu ia lakukan untuk menuntut pemerintah agar pendidikan di Pelu dan di Flores, gratis.

10. Papan Reklame di Perempatan Pondok Indah

Pada 9 Oktober 2013, Agus kembali memanjat papan reklame di perempatan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sejak tanggal 8 Oktober sore, Agus memanjat papan reklame tersebut lantaran ia ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ia juga mengancam polisi yang akan naik untuk menolongnya dengan bambu yang ia bawa.

sd

11. Tower di Jalan Gatot Subroto

Pada 31 Januari 2013, diketahui Agus memanjat tower di jalan Gatot Subroto, Jakarta selatan. Bertahan lebih dari 3 hari dengan pakaian yang serba putih, Agus bergelantungan di ketingian 27 meter dengan busana yang mirip pocong. Tidak diketahui apa motif Agus memanjat tower tersebut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini