Kubu Prabowo Klaim Bisa Salip Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin di Januari

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 14:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 07 605 1988135 kubu-prabowo-klaim-bisa-salip-elektabilitas-jokowi-ma-ruf-amin-di-januari-S9I8QZrc2u.jpg

JAKARTA - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan jika dua bulan setelah masa kampanye dimulai, elektabilitas kedua capres dan cawapres pun tak banyak bergerak jika dibandingkan dengan posisi elektabilitas sebelum kampanye.

Merespon hal tersebut, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade enggan mempermasalahkan hasil survei tersebut. Di mana pihaknya lebih percaya kepada hasil survei internal yang dimilikinya.

"Jadi mau LSI ngomong apa enggak masalah. Kita punya survei internal yang jadi patokan. Survei (ini) kita lakukan untuk konsumsi internal, untuk evaluasi kinerja, untuk mengukur kerja kita efektif atau tidak," ungkap Andre kepada Okezone, Jumat (7/12/2018)

Bahkan, sambung dia, Andre menyebut, dari hasil survei internal, elektabilitas Prabowo-Sandi sudah mencapai diangka 40 persen. Hal ini lantaran masifnya Sandiaga berkampanye mengunjungi daerah-daerah dalam dua bulan.

“Ada kenaikan signifikan sekitar 15 persen,” imbuh dia.

Lebih jauh, ia pun sangat percaya diri bila pada Januari elektabilitas capres-cawapres nomor urut 02 dapat menyalip pasangan petahana yang tak kunjung meningkat.

"Januari Insya Allah bisa melewati (Jokowi-Ma'ruf Amin) 50 persen, menang tipis," tandasnya.

(Baca Juga: 2 Bulan Kampanye Hasil Survei Tak Banyak Bergerak, Jokowi-Ma'ruf 53,2%, Prabowo-Sandi 31,2%)

Diketahui, dalam hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Agustus 2018, elektabilitas Jokowi-Maruf sebesar 52.2%. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 29.5%.

"Dan mereka yang masih belum menentukan pilihan sebesar 18.3%. Saat ini, November 2018, elektabilitas Jokowi-Maruf sebesar 53.2%, elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 31.2%, dan mereka yang masih belum menentukan pilihan sebesar 15.6%," kata Peneliti LSI Denny JA Rully Akbar.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini