Menurutnya, jika akses menuju masjid sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, potensi perputaran roda perekonomian bisa semakin baik. Terutama, bagi penjual suvenir dan lainnya.
"Kami minta sama pemerintah lah. Jangan genjot pembangunan di sekitaranya saja (Rusun Marunda), aksesnya kecil. Jadi, banyak orang yang kurang tahu lokasinya karena diapit gedung-gedung tinggi," tuturnya.
Masjid Jami Annawier yang terletak di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat juga bernasib serupa. Di masjid yang dibangun pada 1760 lalu itu, Okezone menemui Dewan Kemakmuran Masjid Jami Annawier, Ustaz Diki Abu Bakar Basarip.

Menurut Ustaz Diki, Pemprov DKI terkesan abai dalam menjaga kelestarian masjid yang sudah menjadi situs cagar budaya itu. Potensi wisata religi yang harusnya mendatangkan peluang lapangan kerja jauh dari harapan.
"Kalau dari sisi pemerintah sendiri, mereka belum maksimal untuk memperhatikan bangun situs cagar budaya. Mereka hanya sebatas mendata memberikan satupengertian-pengertian yang terbatas, tidak memberikan solusi yang ke depannya," ujarnya.