Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menelisik Masjid Tertua di Kota Bogor yang Menyimpan Banyak Benda Bersejarah

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Sabtu, 08 Desember 2018 |11:01 WIB
Menelisik Masjid Tertua di Kota Bogor yang Menyimpan Banyak Benda Bersejarah
Masjid Al Mustofa Merupakan Masjid Tertua di Kota Bogor, Jawa Barat (foto: Putra RA/Okezone)
A
A
A

BOGOR - Berbicara mengenai tempat bersejarah di Bogor memang tidak ada habisnya. Banyak lokasi yang menjadi saksi bisu cikal bakal terbentuknya maupun penyebaran agama di wilayah tersebut.

Salah satu tempat bersejarah yaitu Masjid Al Mustofa yang terletak di wilayah Kampung Bantarjati Kaum, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Tidak hanya menyimpan sejarah mengenai penyebaran islam, masjid ini juga salah satu yang tertua di kota hujan.

(Baca Juga: Minimnya Perhatian Pemerintah terhadap Masjid Bersejarah)

Menelisik Masjid Tertua di Kota Bogor (foto: Putra RA/Okezone)	Masjid Al Mustofa di Kota Bogor (foto: Putra RA/Okezone) 

Masjid ini dibangun oleh dua orang penyebar Islam asal Banten yang bernama Tubagus H Mustofa Bakri dan Raden Dita Manggala asal Cirebon pada 8 Februari 1307 Masehi atau 2 Ramadan 728 Hijriah.

"Jadi beliau beliau itu sebenarnya berbeda asalnya, yaitu dari Banten dan Cirebon, namun saat dalam perjalanan mereka bertemu hingga akhirnya singgah di Kampung Bantarjati Kaum yang dulunya bernama Kampung Baru," ujar Ketua DKM Masjid Al-Mustofa, Mukti Natsir kepada Okezone, Jumat (7/12/2018).

 

Selama menyebarkan agama Islam di wilayah tersebut, Tubagus Al-Mustofa bersama sahabatnya itu memiliki banyak murid. Setelah mereka wafat, para muridnya dimakamkan di Komplek makam sesepuh kampung bersama Raden Dita Manggala dan dua makam keturunan keluarga K.H.Tubagus Mustofa Bakri yang letaknya sekitar 200 meter dari masjid.

"Kalau K.H.Tubagus Mustofa Bakri sendiri dimakamkan di Mekkah karena wafat ketika sedang berada di tanah suci. Jadi nama Masjid Al-Mustofa ini diambil dari nama pendirinya (Tubagus Mustofa). Saya sendiri juga masih keturunan beliau," ungkapnya.

Infografis Masjid Tertua dan Bersejarah di Jabodetabek (foto: Okezone) 

Banyak Benda Bersejarah 

Meski sudah beberapa kali mengalami renovasi sejak dibangun hingga sekarang, bangunan masjid ini masih tidak banyak mengalami perubahan dengan arsitektur perpaduan Cirebon dan Banten.

Di dalam masjid yang berusia lebih dari 700 tahun ini, terdapat tiang-tiang kokoh yang dulunya terbuat dari kayu jati dengan sembilan goresan di bagian depan dekat mimbar melambangkan jumlah Walisongo.

Alquran Bersejarah di Masjid Al Mustofa, Kota Bogor (foto: Putra RA/Okezone) Alquran Bersejarah di Masjid Al Mustofa, Kota Bogor (foto: Putra RA/Okezone) 

Tidak hanya itu, Masjid ini pun menyimpan sejarah lainnya berupa Alquran dan khotbah salat Jumat yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri di lembaran kulit yang usianya sama dengan masjid.

"Di sini air untuk wudu juga pakai mata air alami tidak jauh dari masjid. Airnya tidak pernah habis walaupun musim kemarau, padahal airnya juga disalurkan ke rumah warga sekitar sini," papar Mukti.

Tidak Ada Dana Khusus untuk Lokasi Cagar Budaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pun menetapkan bahwa masjid Al Mustofa ini sebagai salah satu cagar budaya di Kota Bogor pada tahun 2011 silam.

Masjid Al Mustofa di Kota Bogor (foto: Putra RA/Okezone)	Masjid Al Mustofa di Kota Bogor (foto: Putra RA/Okezone)  

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor Shahlan Rasyidi mengatakan selama ini pihaknya belum mempunyai anggaran khusus yang dialokasikan untuk pemeliharaan tempat atau lokasi cagar budaya di wilayah Kota Bogor.

"Sampai saat ini dari Pemerintah Kota Bogor sendiri sebagai kota pusaka itu memang belum mempunyai anggaran khusus biaya perawatan untuk lokasi cagar budaya. Tapi biasanya pihak DKM yang mengajukan untuk bantuan ke pemkot," ujar Shahlan.

(Baca Juga: Cerita di Balik Masjid Tua Bersejarah Ibu Kota)

Masjid Al Mustofa di Kota Bogor (foto: Putra RA/Okezone)Masjid Al Mustofa di Kota Bogor (foto: Putra RA/Okezone) 

Untuk saat ini, pihaknya hanya dapat memberikan uang bulanan kepada pengurus atau DKM sebesar Rp 500 ribu per bulan. Sedangkan, biaya perawatan yang sekiranya tidak begitu besar bergantung kepada kepedulian dari masyarakat sekitar masjid.

"Itu kan juga tempat ibadah ya, tempat bersama-sama. Namanya bangunan bersama kan ya harus gotong-royong. Tapi pada intinya kita terus berupaya agar bangunan cagar budaya tetap terpelihara dan mudah-mudahan ke depannya nanti sudah ada anggaran khusus untuk pemeliharaan," tutup Shahlan.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement