Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menteri Basuki: Membangun Infrastruktur, Mengelola Harapan Masyarakat yang Tinggi

Risna Nur Rahayu , Jurnalis-Minggu, 09 Desember 2018 |16:28 WIB
Menteri Basuki: Membangun Infrastruktur, Mengelola Harapan Masyarakat yang Tinggi
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Kementerian PUPR)
A
A
A

SURABAYA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan membangun infrastruktur pada hakekatnya adalah mengelola harapan masyarakat yang tinggi untuk memperoleh layanan infrastruktur yang lebih lengkap dan berkualitas.

"Pada masa lalu infrastruktur dibangun untuk memenuhi kebutuhan dasar, namun kini infrastruktur dibangun untuk meningkatkan daya saing kita," tegas Menteri Basuki.

Indonesia tertinggal dibandingkan negara tetangga sehingga pembangunan infrastruktur dikerjakan dengan masif di berbagai wilayah dengan langgam “rock n roll”. Pembangunan infrastruktur yang menjadi program prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke depannya juga akan menjadi modal bagi generasi muda atau milenial untuk lebih berdaya saing. Generasi milenial akan jadi penentu masa depan Indonesia Emas tahun 2045.

“Misalnya, tersambungnya Tol Trans Jawa akan memperlancar jalur logistik. Sehingga vendor di Sidoarjo tidak perlu mendirikan pabrik di Karawang supaya bisa dekat dengan pabrik utama,” kata Menteri Basuki yang menjadi salah satu pembicara dihadapan sekitar 500 milenial pada acara Milenials Festival di Surabaya Town Square, 8 Desember 2018.

kementerian PUPR 

Menghadapi persaingan global, Menteri Basuki berpesan kepada milenial untuk bersikap militan dengan apa yang dikerjakan. “Keras menempa diri, kalau tidak dunia yang akan keras kepada kalian. Selain itu, saya ingatkan juga bahwa _smart is a must, but not sufficient_. Kita juga harus memiliki akhlakul karimah. Baru itu top,” ujar Menteri Basuki.

Menteri Basuki juga mengatakan generasi milenial perlu mengetahui bahwa infrastruktur juga mempersatukan Indonesia, terutama dari sisi konektivitas. Pada kurun 2015 hingga 2018, telah dibangun sepanjang 3.432 Km jalan baru, seperti perbatasan Kalimantan, Papua dan NTT yang melebihi target 2.650 Km hingga 2019. Kemudian telah dibangun jembatan dengan total panjang 39.798 meter melebihi target 29.859 yang semula akan diselesaikan tahun 2019.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement