nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Warga Semarang yang Rumahnya Mendadak Terendam Banjir 1 Meter

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 09 Desember 2018 02:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 09 512 1988684 cerita-warga-semarang-yang-rumahnya-mendadak-terendam-banjir-1-meter-YCBNtBMgIS.jpg (Foto: Taufik Budi/Okezone)

SEMARANG – Banjir bandang di Kota Semarang, Jawa Tengah mengagetkan warga. Air mengalir deras dari Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) hingga merendam permukiman di sekitarnya.

Air sungai meluap melalui tanggul yang pembangunannya belum selesai di ujung jembatan Kaligawe. Luapan air terjadi sekira pukul 07.30 WIB dan langsung menerjang rumah warga di Karangkimpul, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Dalam waktu singkat, perkampungan itu berubah menjadi lautan air. Ketinggian air yang merendam rumah warga bervariasi hingga mencapai satu meter. Terdapat ratusan rumah di kawasan itu yang terendam banjir akibat air luapan sungai.

Foto: Taufik Budi/Okezone

“Kejadiannya cepat banget tadi. Air langsung masuk rumah merendam semuanya. Kita pun harus bergerak cepat menyelamatkan barang-barang agar tidak terendam banjir,” ujar seorang warga Okky Andaniswari, Sabtu (8/12/2018).

(Baca juga: Hujan Deras Lagi, Banjir Jalur Pantura Kaligawe Semarang Makin Parah)

Okky lantas mengumpulkan informasi tentang penyebab banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga tersebut. Sebelum banjir, hujan deras mengguyur sejumlah kawasan di daerah Semarang.

“Ini kabarnya banjir akibat kiriman air dari daerah Pucanggading hingga sampai sini. Kebetulan normalisasi BKT ini belum selesai, sehingga airnya langsung meluap hingga permukiman,” tukas perempuan yang tercatat sebagai Caleg Partai Perindo itu.

Sementara itu, Bambang Suhartoyo, Ketua RT 2/3 Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, menyampaikan, banjir tak berlangsung lama dan cepat surut. Warga setempat menganggap banjir serupa menjadi bencana rutin setiap tahun.

Foto: Taufik Budi/Okezone

“Ini rutin, tiap tahun pasti ada banjir kaya gini, bisa dua atau tiga kali dalam setahun. Banjir ya hanya sebentar, tadi jam 11 siang sudah surut. Meninggalkan lumpur, dan warga menguras air dari rumah serta bersih-bersih,” beber Bambang.

Lurah Kaligawe, Usman Budi Raharjo menambahkan, terdapat sekira 2.700 warga yang terdampak banjir. Meski sebagian besar banjir telah surut, namun masih terdapat beberapa rumah warga masih tergenang.

"Tadi malam terjadi hujan, kemudian kita menyalakan tiga pompa dini hari tadi untuk mengantisipasi banjir. Tapi ternyata airnya lari hingga ke ujung sini,” kata Usman.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini