nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK: Korupsi Terjadi karena Sebagian Orang Berintegritas Berdiam Diri

Hambali, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 04:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 10 337 1988986 kpk-korupsi-terjadi-karena-sebagian-orang-berintegrias-berdiam-diri-g6s8NuJZNq.jpg Alexander Marwata (ketiga dari kiri, berbatik oranye) (Foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL -  ‎Maraknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah, pejabat publik, anggota legislatif hingga pihak swasta di Indonesia terbilang cukup memprihatinkan. Data yang ada menyebutkan, 61,17 persen kasus korupsi di Indonesia berasal dari sektor politik.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan, praktik korupsi terjadi di lingkungan kerja yang tak sehat. Itu diperparah saat orang-orang yang berintegritas di lingkungan tersebut tak mau mengingatkan.

"Tantangannya adalah, korupsi itu terjadi karena sebagian orang yang berintegritas berdiam diri dengan lingkungannya," terang Alex saat mengisi acara diskusi 'Integrity Day Festival' menyambut Hari Anti-Korupsi di STAN Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (9/12/2018).

(Foto: Hambali/Okezone)

Dikatakan Alex, memerangi korupsi tak bisa hanya dilakukan KPK, Polri ataupun Kejaksaan saja. Pasalnya praktik korupsi telah membayangi semua dimensi kehidupan, sehingga semua pihak harus bergerak untuk melawan.

(Baca juga: Peristiwa 9 Desember: Hari Antikorupsi, Pembantaian Rawagede hingga Tragedi Bintaro)

"Memang praktik korupsi ini sudah luar biasa, bahkan sampai pengadaan kitab suci Alquran pun dikorupsi. Kita butuh peran masyarakat luas dalam pemberantasan korupsi," jelasnya.

Lembaga antirasuah sendiri memiliki 9 nilai pedoman hidup untuk membentengi diri dari praktik korupsi, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, sederhana, berani, kerja keras, dan adil. Jika kesembilan pedoman tersebut dijalani, maka dipastikan tak ada celah bagi perilaku korup memperdayai seseorang.

"Jadi abdi negara tidak akan membuat hidup kita kaya, tapi hidup berkecukupan. Dengan hidup berkecukupan maka akan terasa bahagia. Namun jika hidup mengejar-ngejar kekayaan, tak mungkin kita bahagia, karena harta dan materi yang diperoleh dari segala macam cara, bisa jadi dari hasil yang tak baik," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini