"Jadi kami yang ada di pos perbatasan, kami selalu melakukan hal yang positif untuk membantu masyarakat. Salah satunya pengobatan gratis, baik itu langsung ke rumah masyarakat ataupun di pos perbatasan kami sendiri," cerita Lettu Inf Andi Milzam.

Seperti yang dirasakan keluarga Ferminus Mau (55) bersama istrinya Cristina Mea (52), warga Desa Aisik Beilaka, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Mereka, kata Lettu Inf Andi Milzam adalah warga binaan Pos Damar Satgas Yonif Raider 408/Sbh.
Ferminus dan Cristina merasa senang karena kehadiran TNI di perbatasan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat lewat kegiatan sosial yang dilaksanakan satgas seperti pengobatan kesehatan gratis.
Rasa senang dan simpati terhadap personel satgas membuat pasangan suami istri ini secara sukarela menyerahkan senjata api jenis Springfield kepada anggota Pos Damar Satgas Yonif Raider 408/Sbh yang diterima langsung oleh Wadanpos Damar, Serda Tri Harjanto.
Lettu Inf Andi Milzam mengatakan bahwa warga yang memberikan senjata api tersebut karena mereka menganggap anggota TNI sebagai keluarga mereka sendiri yang dapat memberikan kenyamanan bagi mereka di perbatasan.
"Prajurit TNI melakukan silaturahmi sebagai wujud persaudaraan dan kekeluragaan. Juga melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ungkap Lettu Andi Milzam.
TNI juga menggelar kegiatan karya bhakti, dalam hal ini pembersihan gereja. Merupakan wujud persatuan dan juga toleransi dalam beragama yang dilakukan oleh Pos Damar Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Sbh.