nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi: Kemiskinan Mendidik Saya dengan Baik

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 12:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 19 337 1993342 jokowi-kemiskinan-mendidik-saya-dengan-baik-7FSZtjh6CR.jpg Pelantikan Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI (Dok. Okezone)

TANGGAL 20 Oktober 2014 menjadi hari bersejarah bagi Indonesia dan Joko Widodo (Jokowi) yang dilantik sebagai Presiden Ke-7 RI. Benak Jokowi pun "berlari" ke masa lalu, teringat perjuangan ayahnya Wijanto Notomiarjo dan ibundanya Sujiatmi dalam membesarkannya di tengah kemiskinan.

Namun kemiskinan itu, tak mampu menjatuhkan semangat keluarganya. Mereka justru bangkit melawan dari keterpurukan.

"Kemiskinan mendidik saya dengan baik. Dari lingkungan serba kekurangan itulah saya mempelajari sesuatu yang luar biasa dari orang-orang terpinggirkan," ujarnya dalam buku "Jokowi Menuju Cahaya" seperti yang dikutip Okezone, Rabu (19/12/2018).

Dalam buku karya Alberthiene Endah tersebut juga dituliskan, Jokowi kecil dibesarkan di rumah bilik pinggir kali, tepatnya di daerah Srambatan, pinggiran Solo. Tapi tak lama, keluarganya lalu berpindah-pindah rumah lantaran tidak mampu bayar kontrakan.

(Baca Juga: Saat Hidup Miskin, Dalam Hati Jokowi Bilang "Siapa Sudi Dengar Orang Susah Bicara?")

Jokowi masih terlalu kecil saat itu, dia justru lega ketika tempat tinggal barunya masih berada di pinggir sungai. Ia tak sadar bahwa orang yang tinggal di bantaran kali adalah cerminan hidup susah, wajah kemiskinan.

"Yang saya pikirkan adalah suara air sungai itu sangat menghibur," kata Jokowi.

Dari kondisi tersebut, dia menggantungkan harapannya pada bangku sekolah. Hal itulah yang ditanamkan orang tuanya agar bisa mengubah nasib.

"Sekolahlah. Belajar agar pintar. Nasibmu akan berubah. Tidak susah seperti orang tuamu," ujar sang ayah ditirukan Jokowi.

Wejangan tersebut pun dilakukannya penuh keyakinan. Menggantungkan hidupnya pada pendidikan. Dan ketegaran bapaknya dalam menjalani sulitnya hidup, jadi inspirasi baginya.

"Bapak adalah contoh bagaimana wong cilik berjuang untuk survive tanpa uluran bantuan siapapun," tegasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini