nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hanyut Dua Hari di Sungai, Nenek 70 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Azhari Sultan, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 23:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 21 340 1994535 hanyut-dua-hari-di-sungai-nenek-70-tahun-ditemukan-tak-bernyawa-Ryym0MWL36.jpg Tim SAR evakuasi nenek yang sudah dua hari hanyut di Sungai Batanghari (Foto: Azhari Sultan)

JAMBI - Setelah hanyut selama dua hari di Sungai Batanghari, nenek Aminah (70), warga Desa Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi akhirnya ditemukan.

Nenek yang hanyut saat tengah mandi itu ditemukan petugas Basarnas Jambi dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor Basarnas Jambi Ibnu Harris Al-Hussain, korban ditemukan sekira 5 KM dari lokasi kejadian musibah.

"Korban ditemukan sekitar pukul 13.10 WIB dalam keadaan meninggal dunia pada titik koordinat S 01° 16' 46,88" E 101° 47' 10,27". Korban langsung dibawa ke rumah duka," ungkapnya kepada Okezone, Jumat (21/12/2018).

(Baca Juga: Hanyut saat Menyebrang Sungai, Remaja Putri Ini Ditemukan Tewas)

Menurutnya, korban merupakan satu di antara warga Jambi yang dilaporkan hanyut sekira pukul 08.30 WIB, Kamis kemarin. Saat itu, korban diduga terpeleset saat tengah mandi di Sungai Batanghari.

Evakuasi nenek hanyut

Selain Aminah, petugas Basarnas Jambi masih mencari korban yang tenggelam lainya di aliran Sungai Batanghari Jambi, yakni Hendri (16), warga Dusun Renah Pelayang, Desa Limbur, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Jambi yang hanyut saat tengah buang air besar di sungai terpanjang di Pulau Sumatera tersebut.

"Penyisiran masih terus dilakukan hingga hari kedua ini, dengan menggunakan Ruber Boat dan perahu milik masyarakat," imbuh Ibnu.

(Baca Juga: Pelajar yang Kabur dari Razia Ditemukan Tewas Tenggelam)

Korban Hendri, sambungnya, mulanya sedang bersama kedua orang tuanya menginap di Rumah Pondok di Sungai Pering Desa Limbur, Merangin. Korban hanyut pada Kamis sore kemarin sekira pukul 06.00 WIB.

"Korban sebelumnya meminta izin ke orangtuanya untuk pergi ke sungai membuang air besar. Menurut keterangan dari beberapa warga bahwa korban mengidap penyakit epilepsi," tuturnya.

Diakuinya, saat ini penyisiran di sepanjang itu belum membuahkan hasil. Rencananya, jika air di lokasi kejadian hanyutnya Hendri memungkinan, pihaknya akan melakukan penyelaman.

"Pencarian kita dibantu petugas TNI, Polri, BPBD dan masyarakat setempat ini semoga membuahkan hasil," harap Ibnu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini