Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Razia Kafe dan Busana Ketat, FPI Ditegur Bupati hingga Diprotes Warga

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 25 Desember 2018 |03:15 WIB
Razia Kafe dan Busana Ketat, FPI Ditegur Bupati hingga Diprotes Warga
Anggota FPI Nagan Raya dan Sejumlah Anak Muda yang Terkena Razia Pakaian Ketat (foto: FPI Nagan Raya/BBC Indonesia)
A
A
A

FPI Nagan Raya, Aceh saat Merazia Kafe dan Busana Ketat (foto: Istimewa/Antara/BBC Indonesia)	FPI Nagan Raya, Aceh saat Merazia Kafe dan Busana Ketat (foto: Istimewa/Antara/BBC Indonesia)

Hal senada juga dikatakan oleh Samsul Bahri, menurutnya tindakan yang dilakukan oleh FPI di daerahnya terlalu kasar, padahal biasanya Satpol PP & Wilayatuh Hisbah hanya memberikan arahan dan teguran.

"Kejadian kemarin terlalu kasar, padahal itu tugas Satpol PP dan Wilayatuh Hisbah, mereka saja cuma ngasih arahan kalau ada yang melanggar syariat," tegas Samsul Bahri, warga Nagan Raya.

Di media sosial, sejumlah pengguna juga mempertanyakan kewenangan FPI untuk melakukan razia. "Tidak ada wewenangnya, salah kaprah," kata Ruslan di Facebook.

Lainnya menyoroti pengguntingan celana. "Kok aneh ya, Syariat Islam kok (yang) memotong celana cewek, (adalah) laki-laki. Mana boleh itu, bukan muhrim."

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement