Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sukses Diuji Coba, Putin Klaim Rudal Hipersonik Rusia "Tak Bisa Dihentikan"

Indi Safitri , Jurnalis-Kamis, 27 Desember 2018 |15:19 WIB
Sukses Diuji Coba, Putin Klaim Rudal Hipersonik Rusia
Foto: YouTube Screengrab.
A
A
A

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin yang telah menyaksikan peluncuran uji coba rudal hipersonik baru Moskow menyatakan bahwa rudal yang dinamakan Avangard itu tidak mungkin bisa dicegat dan akan menjamin keamanan Rusia selama beberapa dekade mendatang.

Berbicara kepada petinggi militer Rusia, setelah menonton siaran langsung peluncuran rudal Avangard dari ruang kontrol Kementerian Pertahanan, Putin mengatakan uji coba itu merupakan sebuah kesuksesan besar dan merupakan hadiah Tahun Baru yang sangat bagus bagi bangsa Rusia.

Kremlin mengatakan, uji coba peluncuran Avangard digelar dari pangkalan rudal Dombarovskiy di Pegunungan Ural selatan. Rudal itu mencapai sasarannya di lokasi uji coba di Kamchatka, yang berjarak sekira 6.000 km.

BACA JUGA: Putin: Hulu Ledak Hipersonik Rusia Siap Digunakan dalam "Beberapa Bulan"

“Avangard tidak dapat dicegat oleh sistem pertahanan rudal yang ada saat ini dan merupakan suatu pertahanan rudal prospektif dari musuh potensial,” ujar Putin setelah uji coba sebagaimana dilansir Al Jazeera pada Kamis (27/12/18). Dia juga menambahkan bahwa senjata baru akan mulai beroperasi tahun depan di bawah dinas militer Pasukan Rudal Strategis.

Video: Минобороны России/YouTube

Rudal hipersonik merupakan satu di antara berbagai senjata nuklir baru yang ditunjukkan Putin pada Maret lalu saat dia mengatakan bahwa Rusia harus mengembangkan persenjataannya sebagai tanggapan atas pengembangan sistem pertahanan rudal AS yang dapat mengikis deterrent nuklir Rusia.

Ketika pertama kali mempresentasikannya, Presiden Rusia mengatakan sistem rudal baru ini memiliki jangkauan antarbenua dan dapat terbang di atmosfer dengan kecepatan 20 kali kecepatan suara, melewati pertahanan rudal musuh.

Dia menekankan bahwa tidak ada negara lain saat ini yang memiliki senjata hipersonik.

Putin mengatakan bahwa Avangard dirancang menggunakan bahan komposit baru untuk menahan suhu hingga 2.000 derajat Celcius yang berasal dari penerbangan melalui atmosfer dengan kecepatan hipersonik.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement