TKN Minta Generasi Milenial Jaga Indonesia dari Kaum Radikal

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 29 Desember 2018 08:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 29 605 1997425 tkn-minta-generasi-milenial-jaga-indonesia-dari-kaum-radikal-R0tE0LGBC1.jpg Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq. (Foto: Ist)

MAJALENGKA — Indonesia adalah negara yang diberkahi oleh berbagai macam suku, bahasa, kebudayaan, agama, dan kepercayaan. Para tokoh bangsa, termasuk para kiai dan habib, berhasil menguatkan karakter masyarakat Indonesia yang cinta damai, toleran, dan gotong royong dalam prinsip bersama yaitu Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.

Tantangan hari ini adalah munculnya kelompok radikalis yang memiliki ciri khas gerakan menolak Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI sehingga menimbulkan kegaduhan dan perpecahan. Peran penting untuk menjaga eksistensi Indonesia dan nilai keberagamaannya ada di generasi milenal.

Demikian dikatakan Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Nomor 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq, dalam orasi kebangsaan dalam acara Haul Gus Dur dan Pelantikan Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Majalengka pada Jumat 28 Desember 2018.

"Ancaman terhadap Indonesia muncul dari kelompok yang mempraktikan mengafirkan orang yang berbeda pandangan. Mereka menolak toleransi dan ideologi bangsa yaitu Pancasila. Saatnya milenialis membendung ini," tegas tokoh muda NU ini di hadapan ribuan pemuda yang memadati Alun-alun Majalengka.

Menyambut pergantian tahun, Direktorat Relawan terus turun mengadakan Zikir Muhasabah, turun di daerah yang tertimpa bencana seperti dan mengadakan pelatihan medsos untuk milenial pesantren di 10 kota besar.

Kegiatan yang dirancang sekaligus sebagai konsolidasi seluruh organ relawan untuk memenangkan pasangan 01 Ir H Jokowi dan Profesor Dr KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019–2024.

Maman menambahkan bahwa kaum milenial sebagai kelompok demografi setelah Generasi X yang lahir awal 1980-an, punya peran penting dalam melawan gerakan radikalisme dan terorisme dengan menguatkan nasionalisme, gerakan literasi di masjid dan pesantren, serta mengusung keadaban publik di dunia nyata dan medsos.

"Kita tidak ingin Indonesia hancur seperti negara-negara di Timur Tengah. Hanya karena perbedaan pandangan politik, mereka bercerai-berai. Hanya karena hoaks, mereka saling bunuh. Kita harus menjaga Indonesia. Hubbul Wathan Minal Iman, 'Cinta tanah air adalah bukti komitmen keimanan kita'," tutup Maman sambil tidak lupa mengajak generasi yang disebut Psikolog Jean sebagai "Generation Me" ini bersalawat dengan mengacungkan "satu jari".

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini