nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggota Dewan Pengawas BPJS TK Bantah Tuduhan Pemerkosaan terhadap Karyawannya

Athallah Muti, Jurnalis · Minggu 30 Desember 2018 18:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 30 337 1997843 anggota-dewan-pengawas-bpjs-tk-bantah-tuduhan-pemerkosaan-terhadap-karyawannya-wQUC4nZLlW.jpg ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK), Syafri Adnan Baharuddin (SAB), membantah atas tuduhan terhadap dirinya sebagai pelaku pelecahan seksual terhadap asistennya berinisial RA (27). Ia pun menganggap tuduhan itu sebagai fitnah yang keji.

“Bahwa berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya adalah tidak benar adanya, dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” kata Syafri dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (30/12/2018).

Syafri menyatakan, dirinya akan melaporkan tuduhan pemerkosaan yang dialamatkan kepadanya ke polisi. Ia berharap melalui proses hukum kebenaran akan tuduhan itu dapat diungkap kebenarannya.

"Saya pada saat ini sedang menempuh jalur hukum untuk menegakkan keadilan dan mengungkapkan kebenaran. Saya mohon kepada semua pihak agar tetap menghormati segala proses hukum yang berjalan dan saya tidak akan berhenti sampai kebenaran yang sebenar-benarnya terungkap,” jelasnya.

Sementara itu, adanya tuduhan pemerkosaan terhadap mantan asistennya RA, membuat Syafri mundur dari posisi. Ia memutuskan mundur sebagai anggota Dewan Pengawas BPJS TK agar dapat fokus menyikapi isu tak sedap yang menimpanya.

“Saya menyatakan mundur, agar saya dapat fokus dalam upaya menegakkan keadilan melalui jalur hukum," tulis Syafri.

Ilustrasi (Shutterstock)

Sebelumnya, seorang karyawan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK), RA (27) mengaku menjadi korban pelecehan seksual. Ia mengaku dipaksa untuk melayani hasrat seksual atasannya, yakni anggota Dewan Pengawasan BPJS TK, Syafri Adnan Baharuddin.

"Saya menjadi korban empat kali tindakan pemaksaan hubungan seksual, baik di dalam maupun di luar kantor," katanya kepada wartawan, di Cikini, Jakarta Pusat. Jumat (28/12/2018).

Ia pernah melaporkan perilaku Syafri ke salah satu Dewan Pengawas yang juga merupakan teman pelaku. Nahas bukannya mendapatkan perlindungan, RA malah diabaikan atas laporannya, bahkan SAB terus melakukan tindakan pemerkosaan terus-menerus.

Setelah mencari keadilan dan menulis kejadian yang dialaminya melalui media sosial, RA malah mendapatkan surat tentang pemberhentian kontraknya.

(Baca Juga : Jadi Korban Pelecehan Bosnya, Karyawati Kontrak Ini Malah Di-PHK)

"Ternyata, Dewan Pengawas justru membela perilaku bejat itu. Hasil Rapat Dewan Pengawas pada 4 Desember justru memutuskan untuk mengeluarkan Perjanjian Bersama yang isinya me-PHK saya sejak akhir Desember 2018. Saya menolak menandatangani Surat Perjanjian Bersama tersebut," tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan melaporkan atas peristiwa itu ke pihak kepolisian. "Rencana hari Senin akan memproses secara hukum," tutupnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini