JAKARTA - Bursa Derivatif Malaysia merilis adanya kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebesar 0,67 persen ke posisi ringgit Malaysia MYR sebesar 2.119/ton. Kemungkinan besar kenaikan ini masih akan berlanjut dari perdagangan menjadi 2.105/ton.
Penguatan harga komoditas agrikultur unggulan Indonesia dan Malaysia ini mencapai kenaikan setelah adanya kabar baik dari New Dehli, India. Kabar baik itu meliputi potongan bea impor minyak sawit mentah. Apalagi mereka sudah memutuskan kesepakatan dengan negara di Asia Tenggara.
India menaikkan bea impor minyak sawit hingga 44 persen dari angka sebelumnya yang hanya 30 persen. Sedangkan bea impor olahan minyak mereka naik dari 40 persen menjadi 55 persen.
Dengan kebijakan ini, para investor bergairah untuk melakukan aksi beli. Pasalnya semakin rendah bea impor maka keuntungan yang didapatkan akan semakin tinggi.