BERLIN - Militer Jerman tengah mempertimbangkan untuk merekrut warga non-Jerman dari Uni Eropa untuk mengisi bertahun-tahun kurangnya investasi di bidang pertahanan yang menuai kritik dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan sekutu NATO lainnya.
Dilaporkan BBC, Senin (31/12/2018) Inspektur jenderal Angkatan Darat, Eberhard Zorn mengatakan kepada surat kabar Jerman Funke bahwa militer harus "melihat ke segala arah di saat mengalami kekurangan personel yang memenuhi syarat”. Zorn mengatakan, warga negara Uni Eropa dapat menjadi pilihan untuk mengisi beberapa bidang yang diperlukan seperti dokter dan spesialis teknologi informasi (IT).
Dia mengakui bahwa militer Jerman atau Bundeswehr memang membutuhkan personel dan bahwa tentara harus melakukan berupaya keras untuk sebuah mendapatakan generasi baru yang sesuai.
Undang-undang di Jerman saat ini hanya mengizinkan warga negara Jerman untuk menjadi anggota militer.
Zorn mengakui bahwa gagasan warga negara Uni Eropa yang bergabung dengan tentara Jerman merupakan hal yang sulit diterima oleh negara-negara lain, terutama yang berada di timur Berlin.