nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengakuan Saksi Kunci, Pemutilasi Warga Sulteng Teroris Ali Kalora Cs

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 15:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 02 340 1998996 pengakuan-saksi-kunci-pemutilasi-warga-sulteng-teroris-ali-kalora-cs-TdCbWULQkR.jpg Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Satuan Tugas Tinombala TNI-Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi kunci terkait kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap warga di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, saksi kunci tersebut telah memastikan bahwa pembunuhan sadis itu dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora. Kesaksian itu dilakukan, kata Dedi, diungkapkan secara sadar.

"Ada saksi kunci yang sudah diamankan oleh Satgas Tinombala. Saksi tersebut sudah dikonfitmasi terhadap foto DPO yang dimiliki Polda Sulteng. Saksi menyimpulkan pelakunya Ali Kalora Cs," kata Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2019).

(Baca Juga: Teka-Teki Penemuan Jasad dengan Kepala Terpenggal di Sulteng

Menurut Dedi, dari keterangan saksi telah dilakukan upaya pengejaran terhadap pelaku dari kelompok teroris yang dahulunya dikomandoi oleh Santoso alias Abu Wardah itu.

"Saat ini, sudah mengerucut lakukan pengejaran terhadap Tsk (tersangka) yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum khususnya pembunuhan," ucap Dedi.

Ilustrasi 

Hasil pemeriksaan saksi dan informasi yang diterima Satgas Tinombala, juga menyebutkan bahwa kelompok teroris yang disinyalir berafiliasi dengan ISIS itu hanya berjumlah 10 orang.

"Kemudian dari pendalaman Satgas, jumlah mereka dikatakan tidak banyak kecil, jumlahnya 10 orang," tutur Dedi.

Kelompok MIT kembali menjadi sorotan karena kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang warga di Sulawesi Tengah (Sulteng). Tak hanya itu, mereka juga melakukan penembakan terhadap aparat kepolisian yang tengah mengevakuasi korban mutilasi di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong (Parimo), Sulteng.

(Baca Juga: Korban Mutilasi di Sulteng Masih Keluarga Wakil Bupati Tana Toraja

Dua anggota polisi yakni, Bripka Andrew dan Bripda Baso ditembak sekelompok orang yang diduga teroris anak buah Santoso pada Senin 31 Desember 2018.

Kedua polisi tersebut ditembak saat membersihkan ranting pohon yang menutup jalan rombongan saat melakukan proses evakusi dan olah TKP mutilasi seorang warga Poso.

Kontak tembak pun sempat terjadi antara polisi dengan kelompok terduga teroris. Dua polisi yang tertembak berhasil dievakuasi ke puskesmas dan kelompok teroris masih dalam pengejaran.‎

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini