Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kali Item Berbusa, Anies: Itu karena Penggunaan Detergen Tak Ramah Lingkungan

Muhamad Rizky , Jurnalis-Kamis, 03 Januari 2019 |12:54 WIB
Kali Item Berbusa, Anies: Itu karena Penggunaan Detergen Tak Ramah Lingkungan
Kali Item berbusa (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan busa yang belakangan viral muncul di Kali Item diakibatkan oleh polutan atau bahan pencemaran yang ada pada detergen yang digunakan masyarakat. Polutan yang tinggi menyebabkan kerusakan kali dan menimbulkan busa.

"Ini adalah masalah yang ada di Indonesia yaitu penggunaan detergen yang memiliki kandungan polutan yang sangat tinggi, yang jauh di atas ambang batas kemampuan alam untuk bisa mengolahnya," kata Anies kepada wartawan Kamis (3/1/2018).

 Baca juga: Kali Item yang Berbusa Jadi Tontonan Warga

Detergen itu, lanjut Anies, sebagian besar digunakan tak hanya masyarakat Jakarta melainkan di seluruh Indonesia sehingga menyebabkan kerusakan sungai atau kali. Untuk mengatasi itu tidak cukup dihilir melainkan juga solusi bagi penggunaan detergen yang juga harus dipikirkan.

"Rumah tangga yang menggunakan sabun cuci, kemudian mengalirkannya maka kita lihat kerusakan terjadi di mana-mana. Kita berharap penyelesaiannya tak hanya dihilir, di bagian sungainya. Tetapi kita harus memikirkan produk-produk detergen," ungkapnya.

 https://a.okeinfo.net/photos/2019/01/02//55136/279001_medium.jpg

Berdasarkan laporan petugas yang bekerja untuk memompa air di lokasi, busa tersebut kerap muncul ketika pompa untuk menyedot air dari danau sunter, air yang mengandung polutan itu disedot dan teraduk sehingga menimbulkan busa.

 Baca juga: DPRD DKI Dukung Pencopotan Waring di Kali Item, Ini Alasannya

"Otomatis begitu pompa selesai bekerja, busanya hilang juga. Tapi bukan berarti kalau busanya hilang, maka kandungan detergennya hilang. Tidak masih ada, dan itu sepanjang tahun," terangnya.

"Jadi solusinya adalah nomor satu hulunya, hanya ada soft detergen bukan hard detergen. Ini sudah harus dipikirkan, saya berharap Menperin dan Mendag mereview kembali standar itu karena ini menimbulkan kerusakan di seluruh Indonesia," tambahnya.

Kemudian tambah Anies, pihaknya juga akan mengatur usaha masyarakat yang menggunakan detergen seperti tempat pencucian kendaraan, laundry dan lainnya.

"Juga penggunaan IPAL di tampungan-tampungan tapi saya sekali lagi, itu semua di hilirnya. Hulunya jenis sabun detergen yang keras, yang tak ramah lingkungan itu yang harus kita bereskan dan sekarang di seluruh dunia sudah melakukan. Jadi sudah saatnya kita Indonesia bergerak kearah sana," tukasnya.

(Fakhri Rezy)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement