nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dijanjikan Pekerjaan, 5 ABG Asal Jakarta dan Bekasi Malah Jadi PSK

Miftachul Chusna, Jurnalis · Sabtu 05 Januari 2019 09:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 05 340 2000255 dijanjikan-pekerjaan-5-abg-asal-jakarta-dan-bekasi-malah-jadi-psk-pFQUb7F3dV.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

DENPASAR - Kepolisian Daerah Bali mengungkap tindak pidana perdagangan orang, pada Jumat 4 Januari 2019. Korbannya yaitu lima anak di bawah umur asal Jakarta dan Bekasi, mereka dipekerjakan di tempat prostitusi di kawasan Sanur.

"Korban berusia antara 14 tahun sampai 17 tahun," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hengky Widjaja kepada wartawan.

Dalam kejahatan itu, polisi menangkap dua orang tersangka berinisial NKS (49) dan NWK (51). Kedua perempuan itu berperan sebagai germo dan pemilik tempat prostitusi.

(Baca juga: Bayar PSK Pakai Uang Palsu, Pria Hidung Belang Diciduk Polisi)

Hengky menjelaskan, kejahatan itu terungkap setelah salah satu korban melarikan diri dan kemudian melapor ke polisi didampingi petugas dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar.

Dari laporan itu, polisi kemudian menggerebek lokasi prostitusi di Jalan Sekar Waru 3B Sanur, Denpasar Selatan. Selain mengamankan tersangka dan korban, polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantara buku catatan tamu, catatan boking dan pembayaran serta tiket pesawat.

 psk

Hengky memaparkan, kelima korban direkrut oleh agen di Bekasi atas suruhan dari NKS. Para korban dijanjikan bekerja di Bali dengan gaji antara Rp5 juta sampai Rp11 juta per bulan dan disediakan fasilitas rumah serta salon.

 (Baca juga: Digerebek di Apartemen Bogor Valley, PSK Siswi SMA Ngaku Patok Tarif Segini)

Kelima korban pun tergiur dengan janji itu. Oleh NKS, mereka kemudian dibelikan tiket pesawat ke Bali. Setibanya di Bali, mereka ditampung di sebuah rumah. Oleh NKS, kelima korban selanjutnya dipaksa menjadi pekerja seks komersial. Mereka dipajang di sebuah hall milik NWK.

"Tarifnya antara Rp250 ribu sampai Rp300 ribu per jam dan setiap harinya melayani antara 1 sampai 8 orang pelanggan," ungkap Hengky.

Dia menambahkan, selain menahan kedua tersangka, polisi juga memburu sindikat trafficking, terutama agen di Bekasi. "Ada dugaan ini sindikat dan sudah beraksi lebih dari satu kali," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini