nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Merapi, Pemkab Klaten Bagikan 25 Ribu Masker

Bramantyo, Jurnalis · Sabtu 05 Januari 2019 18:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 05 512 2000419 antisipasi-abu-vulkanik-gunung-merapi-pemkab-klaten-bagikan-25-ribu-masker-PYhM2N5Exq.jpg Ilustrasi Gunung Merapi

KLATEN - Sebanyak 25 ribu masker disiapkan BPBD Klaten sebagai bentuk antisipasi hujan abu vulkanik Gunung Merapi. Laporan terkait hujan abu dilakukan oleh warga Kemalang, Klaten siang tadi sekira pukul 11.50 WIB, hujan abu tipis terjadi di lereng Merapi tepatnya di Desa Balerante.

Kepala BPBD Kabupaten Klaten, Bambang Giyanta menyampaikan, hujan abu yang terjadi tidak berdampak pada aktivitas masyarakat sekitar. Meski begitu, pihaknya tetap mengirimkan tim untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi Merapi yang kemarin mengeluarkan hujan abu.

"Semalam kita juga sudah kirimkan 2.600 masker ke Desa Tegalmulyo, Kemalang, yang melaporkan desanya terjadi hujan abu," jelasnya Sabtu (5/1/2019).

Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana juga ikut memantau perkembangan gunung Merapi langsung ke wilayah terdampak di Klaten. Bahkan Sarwa Pramana langsung berkoordinasi dengan jajaran Kalak BPBD Klaten, sekretaris dan pejabat lainnya.

(Baca Juga: Guguran Lava Terpantau di Gunung Merapi, Warga Diimbau Jangan Lakukan Pendakian)

Kepada masyarakat Sarwa sampaikan agar tenang, dan tidak panik apalagi terpancing isu yang tidak benar terkait kondisi gunung Merapi. Sebab aktivitas Merapi masih level waspada. Hujan abu juga tidak berdampak pada aktivitas warga.

"Masyarakat tetap tenang, dan tetap melanjutkan aktivitas ronda sekaligus memantau perkembangan gunung Merapi," pesannya.

Sementara itu data dari BPPTKG, guguran lava terpantau Gunung Merapi tanggal 04/01/2019 pukul 21.01 WIB dengan amplitudo 70 mm, durasi 150 detik dan jarak luncur ± 1.2 km, arah ke hulu Kali Gendol. Tingkat aktivitas Merapi Waspada (Level 2).

Pihak BPPTKG memberikan rekomendasi bahwa kegiatan pendakian gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Selanjutnya, dalam radius 3 Km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Kepada masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Kepada masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenahi erupsi gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini