nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenapa Artis Seperti Vanessa Angel Bisa Terjerumus dalam Prostitusi?

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 06 Januari 2019 15:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 06 337 2000641 kenapa-artis-seperti-vanessa-angel-bisa-terjerumus-dalam-prostitusi-s57hW7voRm.jpg Vanessia Angel (Instagram)

JAKARTA – Artis Vanessa Angel dan model majalah dewasa Avriellia Shaqqila ditangkap polisi terkait kasus prostitusi. Kedua selebritas terciduk di sebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur, diduga saat melayani pria pelanggannya. Penangkapan ini menambah deretan kasus prostitusi artis yang terbongkar.

Fenomena pelacuran online melibatkan artis bukan hal baru dan tak mengherankan publik. Sebelumnya Vanessa Angel, sudah ada sederet artis terciduk dalam kasus serupa. Mucikari seperti Robby Abbas juga terang-terangan mengakui bisnis lendir melibatkan artis dijalaninya.

Tarif layanan syahwat ditawarkan kaum selebritas ke pengguna jasanya hanya sanggup dijangkau oleh orang-orang berkantong tebal. Dalam kasus Vanessa Angel misalnya, polisi mengungkapkan tarif layanannya Rp80 juta. Sedangka Avriellia Rp25 juta.

Lalu, kenapa artis masih saja tergiur menjual diri padahal sudah punya uang banyak dari bermain film, menyanyi, tampil di TV atau menjadi MC berbagai acara?

Vanessa Angel (Instagram)

Pengamat sosial dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Yosafat Hermawan Trinugroho mengatakan bahwa prostitusi online termasuk yang melibatkan artis adalah cerminan masyarakat sekarang yang mendewakan gaya hidup konsumtif dan instan.

“Tuntutan hidup tersebut mendorong orang melakukan jalan pintas termasuk prostitusi yang dianggap cepat menghasilkan uang. Dari sisi pengguna mereka merasa berkuasa karena memiliki uang.” kata Yosafat dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Minggu (6/1/2018).

Menurutnya prostitusi online juga marak akibat dampak negatif dari kemajuan teknologi dan media sosial. “Era media sosial seperti sekarang memungkinkan orang membagi informasi dan bertransaksi berbagai hal denga leluasa dan seolah tanpa batas, termasuk prostitusi online,” ujarnya.

Sosiolog dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Sigit Rochadi menilai fenomena artis "menjual" diri bagian dari menjaga eksistensinya sebagai orang populer. "Tujuan utamanya untuk menjaga eksistensi sebagai orang populer," kata Sigit.

Artis menjaga popularitas mereka salah satunya dengan kehidupan yang glamour dan itu butuh biaya tak sedikit. Maka, tak heran jika sebagian di antaranya menjual diri untuk memenuhi biaya tersebut.

‎"Dibutuhkan sumber daya, terutama finansial untuk menopangnya. Kedua, hidup mewah sudah menjadi gaya hidup anak-anak muda yang melambung tiba-tiba tanpa tangga sosial dan psikologi yang kuat, mereka tinggal di apartemen dengan berbagai fasilitas," jelasnya.

"Kompetisi dengan sesama artis untuk menjadi yang paling sukses juga menjadi salah satu pendorong.”

View this post on Instagram

Vanessa Angel ditangkap anggota Subdit Ditreskrimsus Polda Jatim di hotel, Surabaya, Sabtu (5/1/2019) sekira pukul 12.30 WIB. . Terkuak kabar bila pemesan "jasa" esek-esek untuk l adalah seorang pengusaha. Namun polisi enggan mengungkap pengusaha yang dimaksud. . "Ia pengusaha (yang memesan)," terang Kasubdit Syber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harisandi, pada Okezone Sabtu (5/1/2019) malam. . Tak tanggung-tanggung, harga untuk membooking Vanessa Angel disebut mencapai Rp80 Juta untuk sekali kencan. Selain itu, Vanessa juga diketahui "bermain" di hotel berbintang yang terbilang mewah. . Polisi juga mengamankan artis perempuan berinisial AS. Ia termasuk perempuan yang telah dipesan. . "Kedua artis masih dimintai keterangan mengenai prostitusi online," ujar Harisandi. . Hingga berita ini diturunkan, belum jelas secara pasti siapa pengusaha yang memesan Vanessa Angel dan rela merogoh kocek besar untuk bisnis esek-esek selebriti. . #Celebrity #TauCepatTanpaBatas

A post shared by Okezone.com (@okezonecom) on

Menurutnya artis yang popularitasnya meroket dadakan atau instan biasanya mudah terjerumus dalam prostitusi.

Anggota DPR RI dari PPP, Reni Marlinawati mengatakan penangkapan dua artis terkait bisnis pelacuran di Surabaya harus dijadikan “momentum bagi pemerintah dan aparat kepolisan untuk bersih-bersih praktik prostitusi online di ruang siber."

"Akun media sosial yang telah nyata-nyata menjadi alat promosi prostitusi mestinya pemerintah bekerjasama dengan penyedia media sosial dapat menutup akun tersebut secara sepihak. Karena jelas-jelas melanggar UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik," paparnya.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini