nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DELIK RCTI: Bahaya Hoaks Merebak

RCTI, Jurnalis · Minggu 06 Januari 2019 17:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 06 337 2000671 delik-rcti-bahaya-hoaks-merebak-85XfClrRon.jpg

PERHELATAN pesta demokrasi untuk memilih presiden dan wakil presiden telah di depan mata. Pertarungan sengit merebut suara rakyat pun bergema hingga ke dunia maya.

Sejak diumumkannya nama dua pasang calon presiden dan wakil presiden pada agustus 2018, media sosial medadak ramai oleh informasi terkait masing-masing capres-cawapres yang tengah bersaing.

Kampanye negatif muncul di tiap time line media sosial. Tak hanya itu, berita bohong alias hoaks dengan sasaran kedua kubu capres dan cawapres mulai mendominasi.

Data kementerian komunikasi dan informatika mencatat, angka penyebaran hoax dalam beberapa tahun terkahir mencapai 800 ribu setiap tahunnya.

Sementara, menurut masyarakat anti fitnah dan hoaks indonesia, mafindo, berita hoax terkait politik menduduki posisi tertinggi sepanjang juli hingga september 2018, yakni sebanyak 58,7 persen.

Perkembangan media sosial tak dapat di hindari. Riuh rendah dan kebisingan media sosial dari berbagai informasi adalah kenyataan. Untuk itu, kita harus bijak dan mengontrol jari jemari dalam menerima dan membagi berita di media sosial.

Banyaknya hoax dan ujaran kebencian saat ini justru menutup visi misi capres-cawapres yang seharusnya diketahui publik. Simpatisan kedua kubu seringkali larut dalam konflik di media sosial.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini