nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlambat Hadiri Apel, 145 ASN di NTT Pakai Rompi Oranye Bertulis "Saya Tidak Disiplin"

Adi Rianghepat, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 11:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 07 340 2000895 terlambat-hadiri-apel-145-asn-di-ntt-pakai-rompi-oranye-bertulis-saya-tidak-disiplin-YUawhIvs35.jpg (Foto: Adi Rianghepat/Okezone)

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat ternyata tak main-main dengan penegakan disiplin bagi stafnya di lingkup Sekretariat Daerah Provinsi NTT. Buktinya di apel perdana 2019, Senin 7 Januari, 145 aparatur sipil negara (ASN) harus mengenakan rompi oranye sebagai tanda ketidakdisiplinan.

"Para ASN yang menggunakan rompi oranye ini karena mereka terlambat menghadiri apel perdana hari ini yang jadwalnya dimulai tepat Pukul 07.00 Wita," kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sekretariat Daerah Provinsi NTT Ulu Blasius.

Menurut dia, persiapan apel perdana sudah dilakukan 30 menit menjelang Pukul 07.00 Wita. Sesuai jadwal, apel bendera dimulai dan langsung dipimpin Gubernur NTT. Hadir juga Wakil Gubernur Josep A Nae Soi, Sekretaris Daerah Ben Polomaing dan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

"Karena tepat Pukul 07.00 Wita saat apel mulai dan 145 ASN ini baru tiba di tempat apel maka dikenakan rompi oranye itu," katanya. Ada sejumlah petugas yang bersiaga memakaikan rompi itu kepada yang terlambat.

Sebanyak 145 ASN ini selanjutnya akan dicatat namanya untuk memastikan tidak akan lagi mengulangi perbuatannya. Jika masih berulah, mereka akan dikenakan sanksi. "Itu penegasan Pak Gubernur saat apel tadi. Jadi diharap ke depan tak ada lagi yang terlambat," ujarnya.

(Baca juga: Aksi Panjat Pagar PNS Pemkot Bekasi di Hari Pertama Kerja)

Usai apel pagi, 145 ASN yang berasal dari sejumlah OPD itu lalu menanggalkan rompinya. "Selama mengikuti apel mereka menggunakan rompi kuning dan berdiri terpisah dari barisan ASN yang tepat waktu. Jadi ada sanksi sosial juga karena mereka dilihat seluruh peserta apel itu," lanjut Ulu.

Penegakan disiplin ASN ini menjadi salah satu semangat dari Gubernur dan Wakil Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A Nae Soi pasca-dilantik Presiden RI Joko Widodo di Istana 5 September 2018.

Menurut Josef Nae Soi, rompi oranye itu untuk kepentingan penegakan disiplin ASN lingkup pemerintah provinsi. "Bagaimana bisa gubernur dan wakil gubernur sudah tiba di kantor sebelum 06.30 Wita namun ASN ada yang baru datang ke kantor Pukul 8.00 Wita sementara sesuai aturan setiap ASN harus sudah ada di kantor paling lambat sebelum jam 07.00 Wita dan harus mengikuti apel pagi tepat jam 07.00 Wita," katanya.

Foto: Adi Rianghepat.

Dia mengatakan, penegakan disiplin ASN dimaksud untuk peningkatan kinerja aparatur dalam pelayanan publik. Hal ini lanjut Josef untuk memaksimalkan etos kerja aparatur sebagai pelayan masyarakat. "Sehingga disiplin menjadi kewajiban. Jika tak disiplin maka akan diberi peringatan secara persuasif lalu diikuti sanksi," katanya.

Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Zakarias Moruk mengatakan, pemerintah menyediakan 150 rompi oranye bagi ASN yang tidak disiplin dan rompi itu bertuliskan 'Saya Tidak Disiplin'.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini