JAKARTA - Praktik prostitusi kembali menjerat selebriti tanah air. Kali ini, Vanessa Angel yang harus menanggung malu setelah kedapatan polisi sedang berkencan dengan oknum pengusaha di salah satu hotel di Surabaya, Jawa Timur.
Kasus prostitusi sudah menjadi masalah pelik yang hingga kini sulit diberantas. Apalagi, teknologi siber yang semakin canggih membuat bisnis "lendir" ini bisa diakses melalui online.
Terkait maraknya kasus prostitusi ini, Psikolog Sonia Wibisono mengakui jika fenomena prostitusi sudah terjadi sejak dulu, sehingga sulit terbendung. Ia pun memaparkan beberapa faktor penyebab mengapa praktik kotor itu justru semakin marak.
Kurangnya edukasi, serta penanaman nilai-nilai agama oleh orangtua terhadap anak-anaknya sejak dini menjadi faktor utama seseorang dengan mudah terjerumus prostitusi saat memasuki usia dewasa.
"Memang tidak bisa dibendung ya soal kayak gini, profesi itu kan sudah ada sejak zaman dahulu. Tapi kan itu memang tidak boleh (haram) menurut agama," ujar Sonia kepada Okezone saat berbincang di ujung telefon, Senin, 7 Januari 2019 malam.

Selain itu, kurangnya pendidikan tata krama, budi pekerti juga membuat anak perempuan seolah kehilangan identitas diri hingga akhirnya berani terjun ke dunia kelam semacam itu. Oleh karenanya, membina anak dengan nilai-nilai moral dan agama menjadi sangat penting di samping mendapat kasih sayang dari orangtuanya.
"Nah, makanya penting banget tuh orangtua membina seperti itu kepada anaknya, terutama anak perempuan. Untuk punya harga diri, kepercayaan diri yang tinggi dan diberi kasih sayang yang cukup dari orangtuanya. Jadi, dia tidak perlu mencari lagi perhatian di luar," ulasnya.
Tak hanya itu, Sonia juga menyebut jika pengembangan hobi yang dimiliki oleh seorang anak sejak dini bisa menjadi penangkal agar ia kelak tidak terjerat perilaku negatif seperti prostitusi.
"Jadi, mereka bisa berkarya dari kecil. Nah, dari situ nanti anak-anak punya percaya diri dan punya penghasilan tambahan dari hobi-hobinya. Bukannya nanti frustrasi cari uang dengan cara yang tidak halal," ujar Sonia menandaskan.
(Rizka Diputra)