Kasus Hoaks Surat Suara, IPW Heran Andi Arief Belum Diproses Hukum

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 04:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 08 605 2001293 kasus-hoaks-surat-suara-ipw-heran-andi-arief-belum-diproses-hukum-Y5HyPHNa1E.JPG Ketua Presidium IPW, Neta S Pane (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mempertanyakan pihak kepolisian yang tidak segera memproses hukum politikus Partai Demokrat, Andi Arief serta tokoh organisasi keagamaan Tengku Zulkarnain yang diduga menyebarkan hoaks soal surat suara tercoblos sebanyak tujuh kontainer di Tanjung Priok.

"Polisi hanya menangkap orang-orang tidak berdaya di daerah, tetapi tokoh yang juga diduga ikut menyebarkan hoaks ini dibiarkan dan polisi sepertinya takut untuk menangkap mereka," sindir Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam siaran persnya, dikutip dari laman Antaranews, Senin (7/1/2019).

Neta justru mempertanyakan profesionalisme kepolisian dalam menuntaskan kasus hoaks tersebut karena hingga kini Andi Arief dan Tengku Zulkarnain belum kunjung diperiksa.

Padahal, menurut IPW, peran Andi Arief dan Tengku Zulkarnaen sama-sama menerima konten hoaks dan kemudian menyebarkannya seperti tiga tersangka yang telah ditangkap.

IPW pun mendesak polisi agar tidak bersikap diskriminasi dan harus mampu menjaga serta menegakkan kehormatan upaya penegakan hukum, terutama menjelang Pemilu 2019. Jajaran kepolisian kata dia, harus berani bersikap tegas terhadap semua pelaku penyebaran hoaks.

KPU lapor Bareskrim

"Apakah tersangkanya wong cilik maupun wong gede harus diproses hukum agar tidak ada diskriminasi dan orang-orang gede tidak latah menjadi penyebar hoaks," ulasnya.

Jika polisi tidak berani bersikap tegas, lanjut Neta, kegaduhan akan muncul di masyarakat, khususnya setelah penghitungan hasil Pemilu 2019 agar tidak ada hoaks terjadi kecurangan dalam proses pemilu.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan tiga tersangka, yakni HY, LS dan J. Peran ketiganya menerima konten hoaks tanpa mengonfirmasi kebenaran isi konten dan langsung menyebarkannya melalui akun Facebook dan menyebarkannya di percakapan grup dalam aplikasi WhatsApp.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini