nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hina Raja di Facebook, Pria Kamboja Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Penjara

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 03:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 10 18 2002334 hina-raja-di-facebook-pria-kamboja-dijatuhi-hukuman-3-tahun-penjara-2QP8xQ3O0n.jpg Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock)

PHNOM PENH - Pengadilan Kamboja menjatuhkan hukuman terhadap seorang pria selama tiga tahun penjara karena menghina raja dalam tulisannya di Facebook berdasarkan undang-undang "lese mejeste" yang diberlakukan tahun lalu.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia takut UU itu dapat digunakan untuk membungkam mereka yang berbeda pendapat.

(Baca Juga: Istri Pangeran Kamboja Tewas Setelah Mobilnya Ditabrak Taksi) 

"Pengadilan mengumumkan amar putusan terhadap Ieng Cholsa dengan hukuman penjara 3 tahun dan memerintahkannya membayar lima juta riels (1.250 dolar AS)," kata Y Rin, juru bicara Pengadilan Kotapraja Phnom Penh seperti dikutip Antara, Rabu (9/1/2019).

 

Menurut Y Rin, pengadilan menemukan tulisan-tulisan tersebut yang diunggah pada Juni tahun lalu telah menghina Raja Norodom Sihamoni.

Facebook tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar. Terdakwa itu tidak dapat dihubungi untuk dimintai berkomentar dan pengadilan tidak mengatakan apakah ia didampingi seorang pengacara.

Parlemen Kamboja mengesahkan UU tersebut pada Februari tahun lalu. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyatakan keprihatinan pada waktu itu bahwa UU tersebut, yang serupa dengan legislasi di Thailand, tetangga Kamboja, dapat digunakan untuk membungkan para pengeritik pemerintah.

Oktober lalu, satu pengadilan di Provinsi Siem Reap, di bagian utara Kamboja, menghukum seorang anggota Paratai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) yang sudah dibubarkan berdasarkan UU itu.

(Baca Juga: Dituduh Gunakan Facebook untuk Tipu Rakyat, PM Kamboja: Gila dan Bodoh) 

Mahkamah Agung membubarkan CNRP tahun 2017 atas permintaan pemerintah setelah ditemukan bersalah melakukan persekongkolan untuk merebut kekuasaan dengan bantuan Amerika Serikat, tuduhan yang dibantah partai itu dan AS.

Partai Rakyat Kamboja (CPP) pimpinan Perdana Menteri Hun Sen menang dalam pemilihan umum Juli tahun lalu yang para pengeritik katakan pemungutan suara itu cacat karena tak ada oposisi yang kredibel.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini