nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Anggota DPRD Sumut Buronan KPK Menyerahkan Diri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 13:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 337 2003048 eks-anggota-dprd-sumut-yang-jadi-buronan-kpk-menyerahkan-diri-toIziVjuWp.jpg Ferry Suando Tanuray Kaban (berpeci putih) menyerahkan diri ke KPK (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Mantan Anggota DPRD ‎Sumatera Utara (Sumut) Ferry Suando Tanuray Kaban yang merupakan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan diri ke Polsek Kelapa Dua Gading Serpong, Tangerang, pada hari ini, Jumat (11/1/2019), sekira pukul 09.30 WIB.

Jajaran Polres Tangerang Selatan langsung menyerahkan buronan tersebut ke lembaga antirasuah. Pantauan Okezone, Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekira pukul 10.50 WIB.

loading...

Ferry Kaban tampak mengenakan ‎peci putih dengan kaos berkerah setelan celana panjang jeans sambil membawa sebuah tas cukup besar. Ferry Kaban tiba di Gedung KPK dengan dikawal oleh jajaran Polres Tangerang Selatan.

Sebelumnya, KPK telah memasukkan nama Ferry Suando Tanuray Kaban dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak Kepolisian. Ferry Kaban resmi menjadi buronan KPK sejak 28 September 2018.

Ferry Suando Tanuray Kaban sendiri merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap terkait fungsi dan kewenangan selaku anggota DPRD Sumut. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama 37 anggota serta mantan anggota DPRD Sumut lainnya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Mereka diduga menyalahgunakan wewenang atau jabatannya dengan menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

(Baca Juga: KPK Tahan 35 Anggota DPRD Sumut Terkait Kasus Suap Gubernur Gatot)

Adapun ke-38 anggota DPRD Sumut itu yakni Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, dan Dermawan Sembilan.

Kemudian ada Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Atas perbuatan tersebut, mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini