nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar Solo Ini Buat Grup WhatsApp Khusus untuk Janjian Bolos Sekolah

Agregasi Solopos, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 14:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 15 512 2004726 pelajar-solo-ini-buat-grup-whatsapp-khusus-untuk-janjian-bolos-sekolah-cHoiQ3H84I.JPG (Foto: Reuters)

SOLO - Sebanyak 12 pelajar yang terdiri dari delapan pelajar SMA dan empat pelajar SMP tertangkap saat membolos oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Selasa (15/1/2019).

Di HP pelajar yang tertangkap itu, petugas Satpol PP menemukan grup WhatsApp (WA) khusus para siswa yang suka bolos sekolah. Grup itu bernama 'Bolo-Dewe'.

Admin grup tersebut berinsial YD, siswa salah satu SMA di Solo. YD mengaku baru beberapa bulan lalu membentuk grup WA tersebut. Lewat grup WA itu dia mengkoordinir member grup untuk membolos satu hari sebelumnya.

Besok paginya Pukul 06.30 WIB, ia meminta konfirmasi lagi ke kawan-kawan di grup itu untuk memastikan akan membolos dan berkumpul di mana. Jika tertangkap, dia berdalih membolos karena bangun kesiangan. Ia mengaku baru sekali ini tertangkap dan kini jera setelah tertangkap Satpol PP.

(Baca juga: Bolos Sekolah, Siswa SMP Tenggelam di Kolam Telagaherang)

Kabid Tibum Tranmas, Agus Sis Wuryanto, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya mengatakan, para pelajar yang tertangkap kedapatan sedang bersantai di warung makan pada saat jam sekolah.

“Para pelajar sering kali beralasan terlambat sehingga tidak masuk sekolah. Alasan klasiknya ya kesiangan, tetap kami amankan di markas Satpol PP untuk kami lakukan pembinaan,” ujarnya.

Foto: Ist

Ia menambahkan operasi siswa bolos dilakukan di seluruh kecamatan di Kota Solo. Operasi dilakukan Pukul 08.00 hingga pukul 10.00 WIB dengan sasaran lokasi yang sering digunakan untuk nongkrong.

Menurutnya, para siswa yang tertangkap lalu dibina di markas Satpol PP dan diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatan mereka. Kemudian guru sekolah para pelajar itu dipanggil untuk menjemput mereka.

Siswa yang tertangkap bolos untuk kali kedua diwajibkan lapor ke markas Satpol PP setiap hari dan sekolah siswa tersebut harus berkoordinasi dengan Satpol PP.

Para siswa yang tertangkap lantas dibawa ke Griya PMI, Mojosongo, untuk melihat kaum tunawisma agar siswa menyadari dampak dari membolos. Selain dibina, HP mereka diperiksa untuk memastikan tidak ada konten porno.

Siswa yang kedapatan memiliki video porno akan dipanggil orang tuanya. Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, pada 2019, Satpol PP menangkap 49 siswa yang membolos dari berbagai kawasan di Kota Solo.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini