nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TKI Asal NTT Telantar dan Sakit di Perbatasan RI-Malaysia

Ade Putra, Jurnalis · Kamis 17 Januari 2019 09:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 17 340 2005597 tki-asal-ntt-telantar-dan-sakit-di-perbatasan-ri-malaysia-Nh82wr4pyh.jpg Ilustrasi

ENTIKONG - Sudah hampir sepekan Marta, perempuan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dirawat intensif di Puskesmas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Perempuan berusia sekitar 45 tahun itu mengalami penurunan kesadaran sejak Jumat 11 Januari. Tanpa sanak keluarga yang menemani.

"Kondisi umumnya stabil, tapi si ibu ini tidak bisa bangun. Ibu ini mengalami penurunan kesadaran, tapi sesekali masih respons," ungkap Dokter Umum di Puskesmas Entikong, Kurnia Kumala Sari, Rabu (16/1/2019).

Penyebabnya, sambung Kurnia, belum dapat diketahui secara pasti. Karena pihak medis perlu informasi riwayat penyakit. "Sementara si ibu ini tidak bisa kita tanya-tanya. Keluarganya juga tidak ada," ujarnya.

Kurnia menyampaikan, kemungkinan pasien Marta menderita gangguan psikologis. Sebab perempuan ini sulit bangun namun sesekali masih merespons. Dia juga sulit berkomunikasi dan hanya bisa tertidur sejak diantar oleh seseorang ke Puskesmas Jumat lalu.

"Kadang-kadang bisa respons, misalnya kita rangsang dengan nyeri dia sadar. Baru ditanya nama lengkap dan asalnya darimana, setelah itu tidur lagi. Yang dia sebut waktu sadar itu namanya Marta asal Kupang," kata Kurnia.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Entikong Hidayat Samiaji mengatakan, pihak Puskesmas hingga saat ini belum tahu siapa keluarga pasien tersebut. Perempuan ini diantar seseorang yang mengendarai mobil warna silver ke Puskesmas lalu meninggalkannya begitu saja.

"Pada saat datang dan kami sedang menangani, pasien ini ditinggal begitu saja sama yang mengantar. Kami juga sudah hubungi beberapa pihak terkait penanganan selanjutnya, tapi karena tidak ada identitas. Dan, yang bersangkutan keluar dari Malaysia, belum ada yang bisa memberikan solusi," ujar Hidayat.

Sampai saat ini, Marta masih dirawat di Puskesmas sambil menunggu kepastian identitas dan keluarganya. Penanganan pasien, dikatakan Hidayat, sebatas penanganan tingkat pertama. Tidak ada tindakan medis spesifik untuk menangani kelainan yang diderita pasien.

"Yang bisa kami lakukan sekarang hanya menjaga kesehatan pasien tetap stabil. Sedangkan fisiknya lemah, karena tidak makan hanya dibantu infus aja," imbuhnya.

Keberadaan kerabat keluarga dan identitas Marta terus dicari aparat dari Kepolisian Sektor Entikong. Namun minimnya informasi yang diperoleh, membuat pencarian keluarga dan identitas Marta terkendala.

Kapolsek Entikong Kompol Amin Siddiq menuturkan, pihaknya sedang berupaya menemukan orang yang mengantarkan pasien ke Puskesmas Entikong. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera ditemukan orang yang mengantarkan ibu tersebut ke Puskesmas. Sehingga keluarga dan kerabatnya bisa tahu kondisi pasien disini," ucap Kapolsek.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini