Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TKN Heran Banyak Pihak Tak Percaya Jokowi sebagai Pemimpin Pembawa Perubahan

Fadel Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 18 Januari 2019 |12:31 WIB
TKN Heran Banyak Pihak Tak Percaya Jokowi sebagai Pemimpin Pembawa Perubahan
Presiden Jokowi (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menduduki peringkat pertama dari 50 pemimpin baru pembawa‎ perubahan atau Power 50 New Leaders Making A Difference versi AsiaGlobe Indonesia.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding merasa heran dengan pandangan beberapa pihaknya yang tak mempercayai hasil penelitian tersebut. Padahal, itu merupakan lembaga internasional yang penilaiannya sangat objektif.

Baca juga: Hary Tanoe Masuk 50 Pemimpin Pembawa Perubahan, Perindo: Sangat Cocok!

"Saya heran saja banyak pihak yang tidak mengakui fakta-fakta itu. Itu hasil penelitian adalah objektif dari lembaga internasional," ujarnya kepada Okezone, Jumat (18/1/2019).

Jokowi

Menurutnya, pihak-pihak yang tak mempercayainya penghargaan itu, diharapkan untuk membaca instrumen pertanyaan yang diberikan dalam survei tersebut. Sehingga, nantinya mereka akan mengakui kalau Jokowi itu telah banyak melalukan perubahan.

"Sehingga jika meragukan Pak Kokowi saya kira harus mulai membaca penelitian tersebut," ujarnya.

 Baca juga: Hary Tanoe Dinilai Cocok sebagai Pemimpin Baru Pembawa Perubahan

Sementara itu, Hary Tanoesoedibjo masuk dalam kategori sebagai seorang pebisnis. Ada juga Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan Ketua Kadin Rosan P. Roeslani.

Berikut daftar lengkap 50 Pemimpin Baru Pembawa Perubahan versi AsiaGlobe Indonesia:

- Presiden RI Joko Widodo

- Wapres RI Jusuf Kalla

- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri

 Baca juga: Hary Tanoe Masuk 50 Pemimpin Baru Pembawa Perubahan

- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement