Paving Titik Nol Mirip Salib, Umat Islam Sampaikan Surat Terbuka untuk Wali Kota Solo

Bramantyo, Okezone · Jum'at 18 Januari 2019 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 18 512 2006457 paving-titik-nol-mirip-salib-umat-islam-sampaikan-surat-terbuka-untuk-wali-kota-solo-cTVKP2qZFe.jpg Aksi Damai Tolak Salibasi Kota Solo Berlangsung di Depan Balai Kota Solo (foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Aksi Damai Tolak Salibisasi Kota Solo berlangsung di depan Balai Kota Solo, Jumat (18/1/2019). Mereka menyampaikan surat terbuka kepada Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo terkait dengan polemik renovasi jalan Sudirman. 

Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono sampaikan pemasangan paving di Jalan Jenderal Sudirman di Depan Balai Kota Surakarta yang desainnya mirip salib telah meresahkan umat Islam Solo.

"Kami memberikan surat kepada Wali Kota Solo terkait pembangunan koridor Jenderal Sudirman ada renovasi desain atau mosaik mirip Salib," jelasnya kepada awak media, Jumat (18/1/2018).

Sebelumnya hasil rapat FKUB yang berlangsung Kamis siang, 17 Januari 2018 di Gedung Tawangpraja menyampaikan informasi usulan terkait mosaik mirip Salib di jalan Jenderal Sudirman.

(Baca Juga: Dinilai Mirip Salib, Pemkot Solo Tak Akan Ubah Rancangan Jalan Depan Balkot) 

Di antaranya berasal dari KH Subari Ketua MUI mengusulkan bentuk segitiga empat lancip yang berarti arah mata angin utama : utara, timur, selatan, barat.

"Sedangkan KH Dahlan dari FKUB, mengusulkan bentuk segiempat tumpul, yang berarti arah mata angin utama," jelasnya.

Sementara usulan Gusti Puger bentuk segi delapan sama ukuran yang berarti arah mata angin lengkap (Utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut). Segiempat/segidelapan ini berbentuk persegi dan putus dengan garis ke selatan.

Aksi Damai Tolak Salibisasi Kota Solo berlangsung di depan Balai Kota Solo (foto: Bramantyo/Okezone)	Aksi Damai Tolak Salibisasi Kota Solo berlangsung di depan Balai Kota Solo (foto: Bramantyo/Okezone) 

Tadi pagi lanjut Endro, melalui salah satu perwakilan dari Pemkot pihaknya sudah melakukan sosialisasi, dan mereka bersedia merubah desain.

"Pemkot bersedia merubah namun tidak bisa saat ini karena pertanggungjawaban proyek harus selesai dahulu baru nanti ada perubahan," lanjutnya.

Sementara itu lanjut Endro permintaan Kyai Sobari selaku MUI dan juga Dandim Solo yang menghendaki agar garis persegi dan garis ke araj selatan diputus. "Sepertinya hari ini sudah dilakukan pengecatan (memutus garis)," lanjutnya. 

Sementara itu Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo sebelumnya sudah menyampaikan menggambarkan salib. Di mana merupakan konsep Jawa di mana delapan arah mata angin mengelilingi Tugu Pemandengan.

Ditegaskan sejak awal penataan kawasan itu sejak awal tidak direncanakan untuk membuat simbol salib di tengah jalan. "Jika itu simbol salib, saya yang pertama kali protes. Tidak mungkin (salib) diletakkan di tengah jalan dan diinjak-injak oleh kendaraan yang melintas," tegasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini