nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Melarikan Diri, "Manusia Pohon" Bangladesh Akan Kembali Jalani Perawatan di Rumah Sakit

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 14:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 21 18 2007265 sempat-melarikan-diri-manusia-pohon-bangladesh-akan-kembali-jalani-perawatan-di-rumah-sakit-GUCJadIA5s.jpg Bajandar akan kembali menjalani perawatan di rumah sakit. (Foto: AFP)

DHAKA – Seorang pria Bangladesh yang mendapat julukan “Manusia Pohon” karena kondisi bagian tubuhnya yang tumbuh seperti batang kayu kembali akan menerima perawatan di rumah sakit setelah kondisinya memburuk.

Abul Bajandar sebelumnya pernah menjalani 25 kali operasi untuk memotong bagian-bagian yang tumbuh dari kaki dan tangannya di Dhaka Medical Hospital pada 2016. Namun, pada Mei, dia pergi tanpa memberi tahu staf rumah sakit untuk mencari pengobatan alternatif di saat dokter hampir menyatakan pengobatannya sukses.

Tetapi pada Minggu dia kembali masuk rumah sakit setelah kondisinya memburuk. Pria berusia 28 tahun itu mengatakan, pertumbuhan bagian “kayu” di tubuhnya kini sekarang hampir menutupi seluruh tangan dan kakinya.

“Saya membuat kesalahan dengan meninggalkan rumah sakit. Saya mencari pengobatan alternatif tetapi tidak dapat menemukannya. Saya sekarang mengerti saya seharusnya tetap tinggal dan melanjutkan perawatan di sini, ” kata Bajandar sebagaimana dilansir South China Morning Post, Senin (21/1/2019).

Samanta Lal Sen, seorang ahli bedah plastik di rumah sakit, mengatakan dokter akan melanjutkan perawatannya "segera". Dia menambahkan bahwa pertumbuhan bagian “kayu” itu telah menyebar ke bagian lain dari tubuh Bajandar.

“Saya meminta Bajandar untuk kembali sesegera mungkin. Sekarang kita harus mulai dari awal. Kita harus melakukan lebih banyak operasi, "kata Sen.

Perdana Menteri Sheikh Hasina telah menjanjikan perawatan gratis untuk Bajandar setelah keadaannya yang menyedihkan meraih simpati rakyat. Bajandar tinggal di kamar pribadi rumah sakit yang mahal bersama istri dan putrinya selama hampir dua tahun selama perawatan pertamanya.

Ayah dari satu anak itu menderita epidermodysplasia verruciformis, suatu kondisi genetik yang sangat langka juga dikenal sebagai "sindrom manusia-pohon ".

Sen mengatakan bahwa kurang dari setengah lusin orang di seluruh dunia menderita penyakit ini. Rumah sakitnya juga merawat seorang gadis muda Bangladesh yang menderita kondisi serupa pada 2017.

Dokter menyatakan operasinya sukses, tetapi ayahnya kemudian mengatakan pertumbuhan telah kembali dalam jumlah yang lebih besar, mendorong keluarga untuk menghentikan perawatan dan kembali ke desa mereka.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini