(Baca Juga: Bersihkan Hoaks, "Kiai Kampung" Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf)
(Baca Juga: Pimpinan Ponpes Genggong: Nyebarin Hoaks Dosa Besar)
Kata dia, politik identitas yang muncul saat ini telah membuat perpecahan di tengah masyarakat, mulai dari tingkat atas hingga yang paling bawah. Bahkan, polarisasi itu sudah sampai memberi cap kafir kepada sesama umat islam yang berbeda pilihan.
"Kalau ini tidak diantisipasi dan direkatkan kembali. Bisa saja 2019 Indonesia hanya tinggal nama. Yang bisa merekatkan ini semua adalah para dai, ulama, tuan guru," paparnya.
Seminar nasional yang di hadiri Wasekjen partai PKB, Dita Indah Sari ini akan merumuskan bagaimana sikap para alim ulama, dai, dan tuan guru di Pilpres 2019.
(Angkasa Yudhistira)