nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dubes Kanada Dipecat Setelah "Salah Bicara" Soal Penahanan Eksekutif Huawei

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 10:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 28 18 2010218 dubes-kanada-dipecat-setelah-salah-bicara-soal-penahanan-eksekutif-huawei-ctVu6KmTqP.jpg Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau dan Duta Besar John McCallum. (Foto: Reuters)

OTTAWA – Duta Besar Kanada untuk China dipecat setelah angkat bicara menentang ekstradisi eksekutif Huawei yang ditahan Kanada ke Amerika Serikat (AS). Duta Besar John McCallum mengatakan bahwa Meng Wanzhou, putri pendiri Huawei yang ditahan di Kanada sejak 1 Desember lalu memiliki kasus yang kuat dan Kanada lebih baik melepaskannya.

"Tadi malam saya meminta dan menerima pengunduran diri John McCallum sebagai Duta Besar Kanada untuk China," kata Perdana Menteri Justin Trudeau pada Sabtu, tanpa memberikan alasan pemecatan sang diplomat. Wakil pimpinan misi diplomatik Kanada di Beijing akan mengambil alih tugas McCallum sampai duta besar baru ditunjuk.

BACA JUGA: Pimpinan Huawei Ditahan di Kanada, China Protes

Pemecatan McCallum diduga terkait komentarnya yang membela Meng Wanzhou.

“Saya pikir Nona Meng memiliki kasus yang cukup kuat,” kata McCallum kepada media China pada Selasa, sebagaimana dilansir RT.

“Yang pertama, adanya keterlibatan politik dengan adanya komentar dari (Presiden AS) Donald Trump dalam kasusnya,” lanjut McCallum. "Kedua, ada aspek ekstrateritorial untuk kasusnya, dan ketiga, ada masalah sanksi Iran yang terlibat dalam kasusnya, dan Kanada tidak menandatangani sanksi Iran ini."

McCallum belakangan mencoba menarik kembali komentarnya tersebut pada Kamis dengan mengatakan dia telah salah bicara sebelum dia menegaskan kembali pendapatnya yang mungkin membuat dia dipecat.

“Dari sudut pandang Kanada, jika AS membatalkan permintaan ekstradisinya, itu akan sangat baik untuk Kanada,” ujarnya.

BACA JUGA: Krisis Diplomatik Berlanjut, China Tahan Warga Kanada Ketiga

Permohonan bebas dengan jaminan yang diajukan Meng telah dikabulkan bulan lalu meski dia masih menjadi tahanan rumah. Pekan lalu AS memberi tahu Kanada bahwa mereka akan memulai proses ekstradisi formal. Di AS, perempuan berusia 46 tahun itu menghadapi tuduhan menipu beberapa lembaga keuangan karena melanggar larangan yang diberlakukan AS dalam berurusan dengan Iran.

Beijing telah berulang kali meminta otoritas Kanada untuk membebaskan warga negaranya atau menghadapi "konsekuensi serius." Menyusul penangkapan Meng, China telah menahan sedikitnya tiga warga negara Kanada, dengan berbagai tuduhan, diduga sebagai tindakan pembalasan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini