Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bangkai Harimau "Ayu" di Taman Rimba Jambi Akhirnya Dibakar

Antara , Jurnalis-Senin, 28 Januari 2019 |19:24 WIB
Bangkai Harimau
Harimau Ayu di Jambi mati akibat sakit paru-paru (Foto: Azhari/Okezone)
A
A
A

JAMBI - Bangkai harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang mati di kebun binatang Taman Rimba, Jambi akhirnya dibakar. Langkah itu diambil untuk menghindari pihak tak bertanggung jawab yang hendak memanfaatkan bangkai spesimen satwa langka tersebut.

"Bangkainya sudah dibakar karena dari BKSDA Jambi tidak mau ambil risiko nantinya ada pihak yang memanfaatkan spesimen bangkai itu," ujar Kepala UPTD Taman Rimba Jambi, Taufik Bukhari di Jambi seperti dilansir dari Antaranews, Senin (28/1/2019).

Bangkai harimau Sumatera bernama "Ayu" berusia delapan tahun itu mati pada Sabtu 26 Januari 2019. Bangkainya langsung dibakar kemudian dikuburkan. Sedangkan bangkai Singa yang bernama Hori yang juga mati pada Sabtu 19 Januari 2019 pekan lalu juga telah dikuburkan setelah dilakukan bedah bangkai untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Kasus kematian kedua binatang buas, langka dan dilindungi itu sudah saya sampaikan semuanya ke Polda Jambi dan pihak Polda juga telah memeriksa terkait apakah ada unsur kesengajaan terkait kematian beruntun satwa ikonik tersebut," kata Taufik.

Selain itu, pasca-kematian beruntun dua ekor satwa yang dilindungi tersebut pihak Pemerintah provinsi (Pemprov) Jambi langsung mengevaluasi pengelolaan kebun binatang satu-satunya di Provinsi Jambi tersebut.

Sekda Provinsi Jambi juga hari ini langsung meninjau ke Taman Rimba guna mengetahui langsung dan meminta untuk melakukan pembenahan.

Sebelumnya, dua ekor satwa koleksi kebun binatang Taman Rimba Jambi, yakni harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) dan singa (Panthera Leo) mati karena sakit. Keduanya mati hampir berbarengan atau hanya selisih sepekan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement