Cerita Bupati Banyuwangi soal Istri dan Anak Jokowi Tak Ingin Pakai Fasilitas Negara

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 14:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 28 605 2010368 cerita-bupati-banyuwangi-soal-istri-dan-anak-jokowi-tak-ingin-pakai-fasilitas-negara-wZy6wMkrz8.jpg Presiden Jokowi dan keluarga. (Foto: Biro Pers Setpres)

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memuji sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya yang memberi contoh keteladanan. Hal itu ia ungkapkan saat memberi sambutan di acara Temu Relawan dan Kader Partai Politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk Pemenangan Pilpres 2019 di Banyuwangi, Senin (28/1/2019).

Anas mengaku sedang mengambil cuti, sehingga bisa bicara di ajang yang digelar sebagai bagian dari Safari Politik Kebangsaan VI yang dipimpin Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto.

Dalam kesempatan itu hadir Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi, Ketua DPC PDIP Banyuwangi I Made Cahyana Negara, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Hadir juga semua pimpinan daerah partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di Banyuwangi dan perwakilan relawan.

(Buka juga: Foto-Foto Kehangatan Presiden Jokowi dan Keluarga saat Jalan Pagi)

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

Anas awalnya bercerita banyak mengenai pertanyaan dari masyarakat di Bondowoso dan Situbondo terkait debat pertama Jokowi yang tidak berbicara panjang. Anas menjawab bahwa sesungguhnya telah banyak yang dikerjakan Jokowi. "Kalau diceritakan semua, tidak cukup waktu untuk berdebat kemarin. Pak Jokowi sudah nyata, yang lain baru akan," kata Anas.

Ia mengatakan, sudah banyak pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi, termasuk Tol Banyuwangi yang diperkirakan selesai pada 2020. "Daerah akan maju pesat kalau infrastruktur yang digarap Pak Jokowi segera tuntas," ujar Anas.

Dirinya menuturkan, infrastruktur yang dibangun Presiden Jokowi langsung bersentuhan dengan masyarakat. Anas mengatakan, dahulu dari Porong, Sidoarjo, macet parah, sekarang sudah ada tol sampai Pasuruan yang licin dan mulus. "Kebijakan-kebijakan ini akan terus dirasakan," ungkapnya.

(Baca juga: Sering Ajak Jan Ethes, Jokowi: Kaesang Biar Belajar!)

Presiden Jokowi dan keluarga. (Foto: Biro Pers Setpres)

Anas juga mengakui bahwa Jokowi tidak mementingkan diri sendiri di atas kepentingan negara. Dia mencontohkan putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, sudah dua kali ke Banyuwangi tapi tidak pernah merepotkan bupati, bahkan diajak ke pendapa bupati saja tidak mau. "Karena ini adalah urusan pribadi, putra Presiden akan berlibur ke Ijen," katanya.

Ia menceritakan, putra Presiden Jokowi hanya naik mobil biasa ke Banyuwangi dan tidak mau diinapkan di hotel. Kaesang lebih memilih menginap di rumah teman kuliahnya. Paspampres juga tidak boleh menjaganya dari dekat, tapi hanya dari kejauhan. Padahal, kata Anas, ayahnya sudah berkuasa, kalaupun mau minta apa saja pasti bisa.

"Beliau telah berkuasa, dan keluarga tidak merepotkan infrastruktur kekuasaan untuk keluarganya," kata Anas.

Anas menambahkan, pagi ini dirinya baru saja menyambut kehadiran Ibu Negara Iriana di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, untuk selanjutnya melakukan sosialisasi antinarkoba. Iriana juga tidak mau diagendakan di pendapa bupati, tidak mau menggunakan fasilitas pemerintah daerah, karena akan bertemu rakyat secara langsung.

Menurut Anas, Ibu Negara meminta supaya peserta kampanye antinarkoba bukan dari kalangan pelajar SMA, sebab sudah punya hak pilih. Jadi, Ibu Iriana hanya meminta pesertanya dari kalangan siswa SD dan SMP.

"Beliau tidak mau memanfaatkan fasilitas kekuasaan untuk kemenangan. Ini cerita dan kenyataan yang kami dapatkan. Tentu bukan perkara mudah dihadapi oleh penguasa yang sudah berkuasa," ungkap Anas.

(Baca juga: Tampilan Sporty Presiden Jokowi dan Keluarga saat Berlibur di Kebun Raya Bogor)

Presiden Jokowi dan keluarga. (Foto: Instagram @jokowi_marufaminofficial)

Lebih lanjut Anas mengungkapkan bahwa putra-putra Presiden Jokowi sampai saat ini saja masih menjual martabak dan pisang goreng.

"Bayangkan, putra seorang Presiden yang tengah berkuasa sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa untuk meminta apa pun, tapi memilih menjual martabak, pisang goreng. Belum pernah ada contoh teladan dari pemimpin seperti ini dari sejak Indonesia merdeka," ucapnya.

Anas menambahkan, Presiden Jokowi juga memerintahkan para kepala daerah agar dalam rekrutmen PNS transparan serta akuntabel. Jokowi mewanti-wanti jangan sampai ada korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Salah satunya adalah memerintahkan menggunakan sistem computer assisted test (CAT). "Jadi ketika anak mengerjakan soal, orangtua di luar sudah bisa melihat hasilnya," kata Anas.

(Baca juga: Potret Keharmonisan Presiden Jokowi Bersama Keluarga)

Presiden Jokowi dan keluarga. (Foto: Biro Pers Setpres)

Perintah Jokowi itu pun dijalankan, bahkan dengan sistem ini anak Presiden yang ikut seleksi PNS tidak diterima. Padahal kalau Presiden menggunakan kekuasaannya, maka sudah pasti anaknya lulus.

"Tapi, Presiden yang memiliki kekuasaan tidak mau menggunakannya untuk kepentingan keluarga. Inilah pemimpin bersahaja dan apa adanya. Beliau memiliki kekuasan, tapi tidak mnggunakan kekuasaan itu urusan (penerimaan) PNS," kata pria kelahiran 6 Agustus 1973 di Banyuwangi ini.

Jokowi juga mencontohkan cara membangun infrastruktur dari pinggiran. Anas mengungkapkan, berdasarkan sebuah cerita temannya, dahulu banyak wisatawan Indonesia berswafoto tapi latar belakangnya Malaysia. Namun dengan pembangunan perbatasan yang sudah dilakukan Jokowi, sekarang ini kondisi berbalik.

"Turis Malaysia berfoto selfie dengan latar belakang Indonesia. Karena Beliau (Jokowi, red) sudah membangun perbatasan," kata mantan anggota MPR termuda ini.

Anas juga mengungkapkan bahwa jika presidennya bukan Jokowi, maka belum tentu Bandara Blimbingsari Banyuwangi bisa dibuat seperti sekarang ini.

Dia menuturkan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat anggaran dengan skema non-APBN sekira Rp300 miliar lebih. Kalau dibahas di DPR, belum tentu bisa selesai dalam empat tahun. Namun untuk daerah yang sedang membutuhkan, Presiden Jokowi memerintahkan BUMN mempercepat pembangunan, termasuk untuk bandara di Banyuwangi.

Presiden Jokowi dan keluarga. (Foto: Instagram @jokowi)

"Pak Jokowi memang belum pernah berkunjung ke Banyuwangi. Tapi, dia menegaskan bahwa Jokowi selalu tahu keinginan rakyat Banyuwangi," ujar Anas.

"Kami berterima kasih untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Beliau. Kita butuh pemerintah yang bekerja nyata, memperjuangkan daerah," tutur Anas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini