Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Fakta Kecelakaan Bus di Tol Cipularang, Nomor 3 Bikin Merinding

4 Fakta Kecelakaan Bus di Tol Cipularang, Nomor 3 Bikin Merinding
Bus terguling di Tol Cipularang. (Foto : Ist)
A
A
A

JAKARTA – Bus PO Bima Suci jurusan Bandung-Merak terguling di parit ruas Tol Cipularang KM 70+400, pada Senin, 28 Januari 2019 pagi. Akibatnya, 7 penumpang meninggal dunia, 4 penumpang luka berat, dan 20 orang luka ringan.

Berikut beberapa fakta yang dirangkum Okezone, Selasa (29/1/2019), terkait kecelakaan nahas tersebut:

1. Bus Tabrak Pembatas Jalan hingga Terguling

Kecelakaan itu bermula saat bus Bima Suci jurusan Bandung-Merak melintas di Jalan Tol Cipularang. Pukul 09.10 WIB, saat hendak melintas di KM 70+400 arah Jakarta dengan jalan yang relatif lurus, bus yang dikemudikan Dede Suhaeri, warga Cilegon, hilang kendali.

Menurut AVP Corporate Communications PT Jasa Marga Irra Susiyanti dalam rilis yang diterima Okezone, bus yang hilang kendali tersebut menabrak guardrail (pembatas) kiri jalan lalu masuk ke selokan (row) di kiri jalan.

Saat kejadian, kondisi jalan dalam keadaan basah akibat turunnya hujan. Sopir yang diduga tidak bisa mengendalikan kecepatan bus sehingga kendaraan itu tergelincir dan oleng ke sisi kiri jalur. Sebelum terguling di parit, kendaraan tersebut sempat menambrak pembatas jalan.

 

2. Korban Dilarikan ke 3 RS

Usai kecelakaan itu, seluruh korban baik yang meninggal maupun yang luka-luka langsung dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda di Purwakarta. Ketiga rumah sakit itu yakni RS MH Thamrin, RSU Siloam, dan RS Rama Hadi.

Rinciannya, RSU Siloam menangani empat dari tujuh korban meninggal, masing-masing atas nama Jalaludin (24), warga Kampung Jatinenggong, Desa Cikoaskas, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat; Usep Wahyudin (43), warga Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Sementara dua korban tewas lainnya yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan masih belum diketahui identitasnya.

Pada waktu yang sama, RS MH Thamrin menangani satu korban meninggal atas nama Daud Sumaji Basarah, warga Desa Neglasari, Kelurahan Cibeunying Kaler, Bandung.

Sementara itu, RS Rama Hadi menangani dua korban lainnya, yaitu Tsalits Ahmad Faruq (44), warga Kampung Jatibaru, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang; serta Adya Husni (51) warga Kampung Gedangan Permai, Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jateng.

3. Jasad Tergeletak di Jalanan

Usai kecelakaan maut ini, Unit Lakalantas Polres Purwakarta merilis video Bus Bima Suci, yang kecelakaan di Tol Cipularang KM 70+400 Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada 09.45 WIB, Senin 28 Januari 2019.

Dalam video tersebut, terlihat beberapa korban bergelimpangan ke jalan usai bus masuk jurang. Beberapa korban terlihat masih bergerak dan segera dievakuasi ke rumah sakit. Beberapa lainnya tampak bersimbah darah. Kondisi terakhir bus nahas itu masuk ke jurang, dengan posisi terguling atau roda menghadap ke arah atas. Para korban sempat tergeletak di row yang ada di sisi jalur tol tersebut.

"Posisi terakhir kendaraan, mengalami rusak parah di bagian depan. Kemudian, kabin atas terlepas dari badan bus," ujar Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Ricky Adipratama di lokasi, Senin (28/1/2019).

Korban Selamat Kecelakaan Bus di Cipularang (foto: Mulyana/Okezone)

4. Alat Berat Dikerahkan untuk Evakuasi

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Refdi Andri menuturkan, dalam penyelidikan pertama pihaknya menurunkan Tim Road Accident Rescue dan alat Traffic Accident Analysis (RAR-TAA).

(Baca Juga : Balita Korban Kecelakaan Tol Cipularang Ini Terus Panggil Ayahnya yang Sudah Meninggal)

"Kami telah melakukan penyelidikan pertama di lokasi kejadian, termasuk menurunkan Tim Road Accident Rescue dan alat Traffic Accident Analysis (RAR-TAA)," ujar Refdi kepada Okezone saat menyambangi RSU MH Thamrin guna mengecek kondisi korban selamat.

Dapat diketahui alat yang digunakannya itu memiliki keakurasian yang sangat tinggi, tingkat keakurasiannya mencapai 99 persen. Refdi menambahkan, dengan alat ini nantinya bisa diketahui kondisi sebelum, saat, dan setelah kejadian.

(Baca Juga : Kronologi Kecelakaan Bus di Tol Cipularang yang Tewaskan 7 Orang)

Untuk pengevakuasian bangkai kendaraan besar pengangkut penumpang umum itu sendiri, petugas menurunkan satu alat berat dan mobil derek, serta menyiagakan kendaraan pengangkut bangkai bus tersebut.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement