Melihat Potensi Kemenangan
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, menilai keputusan PBB memberikan dukungan ke pasangan nomor urut 01 ini dinilai karena melihat potensi kemenangan yang bakal diraih.
"Ya kita senang ya bahwa PBB akhirnya bergabung dengan kita juga," ujar Arya Sinulingga kepada Okezone.
Tak Ambil Pusing dengan Sikap PBB
Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria, tak mau ambil pusing mengenai sikap PBB yang mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Kami hargai, kami hormati, itu pilihan partai. Namun demikian, kami bersyukur bahwa pada 2014 PBB dukung Prabowo-Hatta," ujar Riza.

Mengikis Label Jokowi Anti-Islam
Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, menilai tambahan dukungan dari PBB semakin mengikis pelabelan bahwa Joko Widodo sebagai sosok anti-Islam.
"Dukungan PBB kepada paslon #01 semakin mengikis labelling bahwa Jokowi itu anti-Islam sebagaimana yang selama ini dikembangkan dengan menyebarkan hoaks via berbagai medsos," tutur Arsul.
Memberikan Energi Positif
Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menyambut baik dukungan PBB kepada pihaknya. Menurut dia, dukungan tersebut memberikan energi positif.
"Itu energi positif karena tujuan penggalangan adalah untuk mendapatkan dukungan," kata Hasto.
Ia mengatakan, Yusril memiliki basis massa yang kuat di Sumatera Barat, Bengkulu, dan Aceh sehingga dukungan yang diberikan PBB memberikan tambahan elektoral yang signifikan di tiga wilayah tersebut.
Akan Melaporkan Yusril ke Polisi
Calon anggota legislatif (caleg) dari PBB, Novel Bamukmin, kecewa dengan keputusan partainya. Ia pun mempertimbangkan melaporkan Ketum Yusril Ihza Mahendra ke polisi. Sebelum melaporkan Yusril ke polisi, Novel mengaku akan berkoordinasi dulu dengan tim dan para seniornya di PBB.
"Saya ada rencana melaporkan YIM, karena telah berbuat hoaks kepada masyarakat dan caleg-calegnya," ucap Novel.

Tidak Akan Memberi Dampak Besar
Anggota Dewan Majelis Syura PKS, Jazuli Juwaini, mengatakan dukungan PBB dinilai tidak akan memberikan dampak besar. Hal ini dikarenakan masih banyak simpatisan PBB yang tetap mendukung Prabowo-Sandi.
"Ya pemilih ini kan tidak bisa bulat-bulat juga selamanya ikut kepada ketum satu partai. Kalau dalam survei kan begitu. Saya masih optimis banyak juga jamaah PBB itu masih tetap memilih Prabowo-Sandi," ujar Jazuli.
(Hantoro)