JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra baru saja mengumumkan pihaknya mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo–Ma’ruf Amin. Keputusan ini pun menuai beragam pro dan kontra, baik di internal PBB maupun di kalangan masyarakat.
Sebelumnya pada Pilpres 2014, PBB diketahui mendukung pasangan capres Prabowo Subianto-Hata Rajasa. Sedangkan di Pilpres 2009, PBB secara formal tidak memberi dukungan. Lalu di Pilpres 2019, setelah menggelar rapat pleno pada 19 Januari, PBB secara resmi mendukung Jokowi-Ma'ruf.
Merespons dukungan ini, tanggapan pro dan kontra muncul dari kalangan politikus, pejabat, hingga masyarakat. Berikut beberapa ragam komentar tersebut, sebagaimana dirangkum Okezone, Selasa (29/1/2019).
Pernyataan Menakutkan
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani, menyambut baik dukungan PBB ini. Irma menilai alasan partai politik ataupun masyarakat terus menyatakan dukungan untuk petahana karena dinilai tidak pernah melontarkan pernyataan menakutkan.
"Yang pasti masyarakat makin paham dan bisa merasakan kinerja Pak Jokowi, dan leadership Beliau yang santun tidak meledak-ledak," ucap Irma.

Keputusan Partai Harus Diikuti Kader
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, mengatakan tidak ingin mencampuri terkait dukungan PBB ini. Ia menyerahkan semuanya berdasarkan mekanisme internal yang ada di PBB.
Ketua DPP Partai Golkar ini hanya meyakini apa pun keputusan yang diambil oleh sebuah partai, maka sudah seharusnya seluruh kader mengikuti kebijakan tersebut.
"Setahu saya, di mana pun keputusan partai, seharusnya diikuti oleh para kadernya. Apalagi, keputusan itu melalui mekanisme rapat pleno partai. Sudah seharusnya setiap kader partai loyal kepada kebijakan partai," ujarnya.
Sudah Diperkirakan Arah Dukungan PBB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan pihaknya sudah memperkirakan dukungan politik PBB diberikan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Kalau saya melihat memang begitu Pak Yusril, ketum PBB, memberikan dukungan ke Pak Jokowi, saya sudah melihat pasti akan diikuti oleh jajaran di bawahnya. Kami dari awal memang sudah dapat baca permasalahan ini," kata Agus.
Agus menuturkan, memang sebelumnya PBB memiliki hubungan baik dengan kubu Prabowo-Sandi, namun kini bisa saja berbeda. Dia menekankan, semua dituasi di dunia politik dinamis, jadi berbagai hal bisa saja terjadi.