JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menargetkan partainya mendapatkan jatah 10 kursi menteri apabila Joko Widodo terpilih kembali sebagai Presiden pada Pemilu 2019.
Merespons itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai target Cak Imin terlalu berlebihan. Pasalnya, kabinet disusun tidak hanya untuk politisi, melainkan juga kalangan profesional.
"Kalau ada partai mau ambil 10, ya yang lain dapat apa kan? Padahal sama-sama berjuang," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).
Baca Juga: PDIP : Tema Debat Kedua Relevan dengan Komitmen Jokowi

Kalla berujar, dalam penyusunan kabinet harus memertimbangkan banyak hal, seperti dukungan partai politik yang berperan memenangkan presiden terpilih, hingga mengakomodasi kalangan profesional. Karena itu permintaan 10 kursi menteri dinilai terlalu berlebihan.
"Tapi kalau 10 berlebihan lah," imbuh Kalla.
Kendati demikian, Kalla mengungkapkan, penentuan menteri dalam kabinet merupakan hak prerogatif presiden, dengan memertimbangkan seberapa besar partai atau seseorang berusaha untuk memenangkan presiden terpilih serta kompetensi di bidangnya.
"Otomatis. Presiden kan mempertimbangkan sejauh mana upaya partai itu memenangkan presiden terpilih, selalu begitu," jelas Kalla.

Baca Juga: DPRD DKI Minta Masyarakat Tak "Termakan" Tabloid Indonesia Barokah
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.