nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dalam Sehari, Gunung Merapi Diguncang 47 Kali Gempa

Athallah Muti, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 11:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 30 510 2011278 dalam-sehari-gunung-merapi-diguncang-47-kali-gempa-TkCswUiUbI.jpg Gempa (Okezone)

JAKARTA - Aktivitas kegempaan Gunung Merapi terus menggeliat dengan tingkat level II atau waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung yang berada di Jawa Tengah dan Yogyakarta itu dilanda 47 kali gempa pada Selasa, 29 Januari 2019.

Mengutip website resmi PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (30/1/2019), melalui rekaman seismograf, Selasa 29 Januari 2019 tercatat, Gunung Merapi digoyang 47 kali gempa. Rinciannya adalah 40 kali gempa guguran, tiga kali gempa hembusan, dua kali gempa hybrid, satu kali gempa berkekuatan lemah (low frequency), dan satu kali gempa tektonik jauh.

 Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar, Warga Diimbau Waspada Hujan Abu

“Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut,” kutip keterangan tersebut.

 Merapi

Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal setinggi 20 meter dari puncak gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan tenggara.

“Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan tenggara,” tulis PVMBG.

 Baca juga: Gunung Merapi 5 Kali Semburkan Guguran Lava

Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

“Radius 3 kilometer dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk,” tulis PVMBG dalam rekomendasinya.

 Baca juga: Gunung Merapi 6 Kali Gugurkan Lava Pijar, Durasi Terlama hingga 90 Detik

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segara ditinjau kembali.

“Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah, atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi,” ujar PVMBG.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini