Walikota NYC Serukan MTA Perbaiki Infrastruktur Kereta Api Bawah Tanah
Walikota New York Bill de Blasio juga menyuarakan urgensi perbaikan infrastruktur stasiun kereta api bawah tanah kotanya di Twitter, dengan mengatakan “Ini tragedi yang memilukan, yang seharusnya tidak pernah terjadi. Sistem kereta api bawah tanah seharusnya dapat diakses oleh siapa pun, dan ini merupakan lingkungan yang seharusnya diciptakan oleh MTA (otorita pengelola sistem kereta api bawah tanah di Amerika.red).”
Ketua Dewan Kota New York Corey Johnson menggarisbawahi hal serupa di Twitter. “Kurangnya aksesibilitas di sistem kereta api bawah tanah benar-benar menelan korban jiwa. Saya sangat terpukul dengan tragedi ini dan mendoakan keluarga yang menjadi korban. NYC harus melakukan lebih banyak hal bagi keluarga dan kelompok difabel,” cuit Corey.
Senator Brad Hoylman dari faksi Demokrat mengatakan telah mendorong MTA untuk berkomitmen melakukan pemulihan infrastruktur segera. Ia bahkan memasang jam waktu untuk melihat seberapa cepat MTA melakukan perbaikan.
We'll be at 7th Ave and 53rd St tomorrow at 11am in response to the death of Malaysia Goodson and to assert that this tragedy should not be in vain. Join us if you can to demand full subway station #accessibility.#a11y #CidnyFightsBack pic.twitter.com/88Xugb93kl
— CIDNY (@CID_NY) January 29, 2019
Kelompok Difabel Berunjukrasa Tuntut Fasilitas Publik yang Ramah Difabel
Di tengah suhu sangat dingin, kelompok-kelompok difabel Rabu siang 30 Januari berunjuk rasa di depan stasiun kereta api bawah tanah dimana Malaysia Goodson meninggal.
Selain bertujuan untuk memberi penghormatan kepada Malaysia Goodson, Center for Independence of the Disabled New York CIDNY yang memimpin unjukrasa ini ingin menggarisbawahi pesan penting kepada otorita berwenang yang mengelola sistem kereta api bawah tanah untuk memulai perbaikan infrastruktur yang aman dan nyaman bagi semua pengguna, termasuk kelompok difabel, secara lebih serius.
MTA tahun lalu telah mengumumkan rencana untuk memodernisasi sistem kereta api bawah tanah di New York. Rencana yang disebut sebagai “Fast Forward” itu mempersiapkan pembangunan instalasi lift di lebih dari 50 stasiun kereta api dalam lima tahun mendatang. Saat ini baru 19 stasiun kereta api bawah tanah New York yang memiliki lift.
Namun, sejauh ini rencana “Fast Forward” yang diperkirakan memakan biaya sekitar 40 miliar dolar itu, belum mendapatkan pendanaan.
(Angkasa Yudhistira)