SEBUAH informasi menyimpulkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 beredar di media sosial. Salah satunya di Facebook (FB).
Pemilik akun Adi Purwanto (facebook.com/profile.php?id=100031246270068) membagikan video ke grup Jokowi Teman Rakyat (facebook.com/groups/100152753871377).
Dalam video (http://bit.ly/2sVJ1DP) yang dibagikan itu, Adi juga menuliskan caption: "Sby akhirnya mendukung kerja pemerintah jokowi". Video yang berdurasi 6 menit 17 detik ini, sudah dibagikan 1.905 kali per tangkapan layar dibuat, Kamis (31/1/2019).
Setelah ditelusuri oleh Aribowo Sasmito, Co-Founder, Head of Fact Checker Committee di Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), ternyata informasi yang disebarkan ini adalah konten yang salah. Dimana konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.
"Si pemilik akun yang menyebarkan video itu berusaha membangun premis bahwa Partai Demokrat mendukung Jokowi. Dengan mengedarkan lagi video lama mendekati pelaksanaan Pilpres," jelas Aribowo dalam debunk-nya di laman grup FB Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), kemarin.
Padahal, kata Aribowo, video yang digunakan adalah dokumentasi tahun 2016 mengenai: Refleksi Ramadhan Ketua Umum Partai Demokrat Tentang Situasi Kehidupan Nasional Saat Ini.
"Intinya, pemilik akun membagikan video tahun 2016 yang sudah disunting, dokumentasi pidato SBY. Pemilik akun kemudian menambahkan narasi untuk memelintir dan membangun premis yang salah," terangnya.
Dalam debunk-nya, Aribowo juga menyertakan sumber video sebenarnya di channel YouTube (YT) resmi Suara Demokrat (http://bit.ly/2DHJf7X). Dengan judul: Refleksi Ramadhan Ketua Umum Partai Demokrat Tentang Situasi Kehidupan Nasional Saat Ini.
Video yang dipublikasikan di YT pada 10 Juni 2016 itu memiliki durasi 35 menit 24 detik. Artinya, si pemilik akun yang menyebarkan informasi (http://bit.ly/2sVJ1DP) ini, telah memenggal isi video sebenarnya untuk membangun premis yang salah.
Video yang sudah ditonton 2.579 kali itu juga dilengkapi narasi pada deskripsi:
"Jumat (10/6/2016), Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan silaturahmi bersama jajaran Partai Demokrat di kediamannya, di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Usai berbuka puasa bersama dan salat berjamaah, SBY menyampaikan refleksi ramadhan situasi nasional saat ini.
Refleksi ini kami sampaikan sebagai wujud kepedulian, kecintaan dan tanggung jawab kami sebagai institusi yang diwajibkan untuk memahami perasaan dan aspirasi rakyat, dan bahkan kemudian ikut mewujudkan harapan dan aspirasi rakyat itu.
Jika dalam refleksi ini kami menyampaikan pengamatan, koreksi dan saran ~ hakikatnya hal-hal itu tertuju untuk kita semua. Dari kita untuk kita. Demikianlah ruh dan esensi demokrasi dan kehidupan bernegara yang kami pahami.
Partai Demokrat mencermati ada 7 isu penting yang patut kami angkat, yaitu:
(1) Situasi perkonomian kita saat ini
(2) Kondisi kehidupan masyarakat dari aspek sosial dan ekonomi
(3) Wajah keadilan dan penegakan hukum kita
(4) Kedaulatan partai politik dan isu intervensi kekuasaan
(5) TNI & Polri dalam kehidupan bernegara dan pelaksanaan tugas pokoknya
(6) Isu tentang gerakan komunis di Indonesia dan potensi terjadinya konflik horisontal
(7) Peran pers dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan bangsa
Namun, sebelum menuju ke situ, Partai Demokrat ingin menyampaikan hal-hal positif yang ada dalam kehidupan nasional kita, termasuk penghargaan kepada negara dan pemerintah atas prestasi yang diraih itu.
Partai Demokrat mencatat sejumlah prestasi dan kemajuan satu tahun terakhir ini. Kemajuan ini kami kaitkan dengan pengamatan dan rekomendasi resmi Partai Demokrat yang 3 kali disampaikan ~ pertama, rekomendasi Surabaya bulan Mei 2015 pasca Kongres Partai Demokrat, kedua rekomendasi Jakarta bulan Oktober 2015 dalam bentuk Evaluasi Satu Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi dan ketiga, rekomendasi Surabaya bulan Maret 2016 di akhir muhibah Partai Demokrat di Pulau Jawa.
Selengkapnya kemajuan dan prestasi yang Partai Demokrat catat adalah:
(1) Keamanan dalam negeri, termasuk keamanan publik terjaga baik. Meskipun ada serangan teroris di Jakarta, serta terjadinya insiden keamanan di Aceh dan Papua, tetapi secara nasional dan secara umum keamanan dalam negeri kita terpelihara dengan baik.
(2) Stabilitas politik pada tingkat nasional juga terjaga baik. Secara politik tidak ada gangguan yang berarti terhadap Presiden dan Pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kondisi seperti ini diperlukan, agar tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
(3) Meskipun keadaan ekonomi nasional belum menggembirakan, namun survey terbaru menunjukkan angka pengangguran terbuka kita berkurang ~ alias membaik. Di tengah lesunya sektor riil dan lemahnya daya beli masyarakat, berkurangnya pengangguran ini tentu memiliki dampak positif.
(4) Kabinet semakin kompak dan makin bisa menahan diri dari pertengkaran di depan umum. Hal ini baik, karena dengan kabinet yang kompak saja tak selalu mudah untuk bersinergi dan berkoordinasi, apalagi jika tidak kompak.
(5) Pantauan kami, Presiden Jokowi tidak lagi obral dengan janji-janji baru beliau, terutama yang membawa kosekuensi pada keuangan negara dan APBN. Kami menduga, beliau sungguh menyadari bahwa ditengah perekonomian yang melambat saat ini ruang fiskal kita semakin sempit, dan menjalankan pemerintahan memang tidak mudah.
Saya menyadari hampir pasti ada pihak-pihak yang tidak nyaman mendengarkan refleksi ini, namun demi kecintaan dan tanggung jawab Partai Demokrat guna memastikan perjalanan republik ini menuju ke arah yang benar, semua itu kami sampaikan secara terbuka dan apa adanya.
Sikap politik Partai Demokrat tidak berubah. Kami mendukung Presiden Jokowi dan pemerintahannya untuk mengemban tugasnya sampai selesai. Kami akan tetap mendukung setiap keputusan, kebijakan dan tindakan pemerintah yang tepat dan sesuai aspirasi rakyat. Tetapi, kami juga akan tetap mengkritisi jika keputusan, kebijakan dan tindakan itu nyata-nyata tidak tepat, sekaligus mengajukan rekomendasi kami.
Mencermati dimamika perkembangan politik terkini, antara lain migrasinya sejumlah partai politik ke kubu pemerintah, dan melemahnya kekuatan di kubu yang beroposisi, Partai Demokrat tetap konsisten bahwa kami tetap memilih berada di luar pemerintahan. Posisi ini adalah pendirian kami, pilihan kami. Dengan posisi ini kami tidak memiliki hambatan psikologis ketika harus menyampaikan sikap terhadap Presiden dan pemerintah ~ baik ketika harus mendukung maupun ketika harus menentang.
Saya mendoakan Presiden Jokowi dan pemerintah bisa mengatasi berbagai tantangan dan permasalahan dewasa ini dan juga sukses.
Kepada jajaran Partai Demokrat di seluruh tanah air, mari kita tingkatkan kepedulian kita kepada rakyat tercinta, serta mari kita carikan solusi atas kesulitan yang mereka hadapi dalam kehidupannya. Semoga Allah Swt meridhoi dan menuntun perjuangan kita semua."
Selain sumber video di channel YT resmi milik Partai Demokrat, Aribowo juga menyertakan referensi atau beberapa berita yang berkaitan. Seperti di merdeka(dot)com pada Sabtu, 17 November 2018, dengan judul: Bantah Setengah Hati Mendukung, Demokrat Sebut Kritik SBY Karena Sayang Prabowo.
Kemudian di liputan6(dot)com pada 17 November 2018, dengan judul "Demokrat: SBY Tidak Setengah Hati Dukung Prabowo".

(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.