CARACAS – Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido mengatakan pasukan keamanan elite telah memasuki rumahnya untuk mengancam keluarganya.
Mengutip Channel News Asia, Jumat (1/2/2019) Guadio menjelaskan pasukan elite polisi, FAES, telah mengunjungi rumahnya untuk mewawancarai istrinya, Fabiana Rosales. Saat itu Guaido sedang berpidato di sebuah universitas di Caracas.
"FAES ada di rumah saya, meminta (bicara) ke Fabiana. Pada saat ini kediktatoran percaya bahwa itu akan mengintimidasi kita," kata Guaido.
Juan Guaido menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mendukung usaha-usahanya mencopot Presiden Nicolas Maduro dari kekuasaan serta memulihkan demokrasi di negara Amerika Selatan itu.

Dia langsung mendapatkan dukungan Amerika Serikat (AS), Kanada dan sejumlah negara tetangga kuat seperti Brasil, Kolombia dan Argentina.
Baca: Bagaimana Krisis Dalam Negeri Venezuela dapat Menjadi Masalah Global
Baca: Maduro Tolak Tuntutan Pemilu Baru di Venezuela
Uni Eropa sementara itu mendesak dilakukannya pemilihan umum baru dan menyatakan dukungan kepada Dewan Nasional yang dipimpin Guiado.
Dalam sebuah kolom opini di harian New York Times, Guaido mengatakan, lebih dari 50 negara telah mengakui dia sebagai presiden interim dan Dewan Nasional sebagai otoritas sah di Venezuela.
Guaido minta kepada Sekjen PBB Antonio Guterres agar menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Dia mengatakan, telah mulai proses mengangkat dubes dan mencari dan memulihkan aset-aset nasional Venezuela yang tertanam di luar negeri.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.