Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai, untuk memilih pemimpin harus melihat rekam jejak, pengalaman, prestasi, hingga gagasannya bila terpilih untuk menjadi kepala daerah maupun presiden.
Calon pemimpin yang punya program dan ide-ide yang cerdas layak untuk dipilih oleh masyatakat.
"Jadi tidak usah pakai saling finah, ejek, hina, karena itu bukan nilai-nilai Islami, itu bukan nilai ke-Indonesia-an kita," imbuhnya.
Jokowi mengingatkan, bangsa Indonesia memiliki nilai budi pekerti dan adab dalam berpolitik. Untuk itu, ia meminta masyarakat menghindari ujaran kebencian yang kini marak di media sosial.
"Terutama di bulan politik, begitunya selalu saling mencela, banyaknya ujaran kebencian, ujaran kedengkian, ujaran kenyinyiran. Inilah bukan etika berpolitik, itu bukan adab berpolitik yang baik, itu tidak ada nilai yang santun dalam berpolitik," kata Jokowi.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.