JAKARTA - Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, berpendapat kedua pasangan calon presiden mesti tampil orisinil dalam debat ronde kedua yang dihelat 17 Februari 2019 mendatang. Bila perlu, kedua kandidat bisa saling serang. Pasalnya, pada debat perdana kemarin terlihat sangat normatif.
"Di debat kedua Jokowi dan Prabowo harus tampil orisinil aja. Jokowi apa adanya sampaikan visi misinya, kalau mau nyerang ya nyerang aja enggak perlu sungkan. Gak perlu takut karena elektabilitas. Begitupun Prabowo,” kata Adi saat dihubungi wartawan, Jumat (1/2/2019).
(Baca Juga: Debat Pilpres Kedua, Erick Thohir Imbau Prabowo Tak Gagal Fokus)

Kendati demikian, Adi mengatakan terlalu terburu-buru bila menilai peningkatan elektabilitas hanya dari debat pertama. Sebab, harus juga diakui bahwa debat perdana lalu tidak cukup memuaskan masyarakat, terutama yang belum menentukan pilihan (undecided voter).
"Kalau ukurannya debat saya kira terlampau buru-buru ya, apalagi debat pertama ini dilihat agak sedikit hambar, normatif dan kurang greget," jelas Adi.
Berdasarkan hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pasca debat perdana, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tidak berubah signifikan, kendati paslon 01 menjuarai perolehan suara. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,8%, sedangkan Prabowo-Sandi 31%.
Meski demikian, dari enam dimensi debat capres-cawapres, Jokowi-Ma'ruf disebut menang di 5 dimensi, sedangkan Prabowo-Sandi menang di 1 dimensi. Alhasil, skor Jokowi vs Prabowo adalah 5 : 1.
Adi menuturkan, dalam debat perdana kemarin paslon Jokowi-Ma'ruf lebih menguasai persoalan ketimbang Prabowo-Sandi. Menurut dia, tampilan Prabowo pada debat perdana disebut kurang "sangar."
"Prabowo ingin tampil manis tapi tidak tahu apa-apa. Banyak out of context jawabannya. Pak Prabowo kemarin hanya ingin terlihat manis, tidak kelihatan sangar," tandasnya.
(Baca Juga: Jelang Debat Pilpres Kedua, TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Matangkan Persiapannya Minggu Depan)
Adi menerangkan, Prabowo tidak menampilkan karakter sesungguhnya selama debat perdana. Ia menilai Prabowo justru terkesan menahan ekpresi yang sebenarnya biasa ia tampilkan.
“Prabowo enggak stylist kalau dia ngomongnya tidak berapi-api. Keliatan sekali dia terlalu menahan diri banget, ketika dia ditanya tentang caleg eks koruptor di Gerindra, ketika moderator bilang tidak boleh nanggapin. Keliatan banget dia joget-joget. Itu ekspresi kemarahan yang terpendam sebetulnya. Mestinya dia langsung potong aja moderator. Ini debat kok ini panggung mereka. Moderator hanya mengatur lalu lintas saja,” tandasnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.