TKN: Pernyataan Menkominfo Alarm agar ASN Tak Terlibat Politik Praktis

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 18:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 01 605 2012592 tkn-pernyataan-menkominfo-alarm-agar-asn-tak-terlibat-politik-praktis-pPtYQHe0b9.jpg Rudiantara (Okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, sebagai alarm agar pejabat negara tidak terlibat politik praktis pada Pilpres 2019.

Hal itu ungkapkannya terkait pernyataan Rudiantara “yang gaji kamu siapa” terhadap ASN saat acara internal di Kominfo viral di media sosial. Karding menilai, ucapan Rudiantara perlu dipahami dalam beberapa konteks.

“Ucapan Kemenkominfo Rudiantara soal PNS digaji pemerintah mestinya dipahami dalam beberapa konteks psikologis beliau yang tidak ingin ASN terlibat politik praktis,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jumat (1/2/2019).

Ia melanjutkan, dengan begitu bisa dipahami jika Menkominfo bereaksi saat ada PNS di jajarannya yang menyampaikan sikap politik di hadapan publik.

Politikus PKB itu mengatakan, ucapan Rudiantara terhadap ASN perempuan itu tidak bisa digeneralisasi sebagai bentuk tekanan terhadap perbedaan politik. “Sebaliknya, sikap itu justru alarm bagi semua pihak khususnya pejabat negara untuk senantiasa menjaga netralitas aparaturnya di Pilpres 2019,” tuturnya. 

Ia pun menilai, pernyataan “yang gaji kamu siapa” merupakan reaksi spontan dari Menkominfo. Karena itu, Karding meminta agar pernyataan itu tidak digoreng kembali guna mendiskreditkan Presiden Jokowi.

“Sehingga usaha menggoreng pernyataan Pak Rudiantara untuk mendiskreditkan Presiden Jokowi sama sekali tidak beralasan. Pertama karena memang sebagai pejabat negara Pak Rudi wajib mengingatkan bawahannya untuk netral,” paparnya.

(Baca Juga : Penjelasan Kemenkominfo Terkait Viralnya Ucapan Rudiantara 'Yang Gaji Kamu Siapa?')

Ia menambahkan, dalam berbagai kesempatan Jokowi pun selalu menekankan pentingnya netralitas pejabat negara, AS, dan TNI/Polri dalam Pilpres 2019. “Komitmen itu saya tahu betul masih dipegang beliau sampai sekarang,” katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini