nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejak Sore, BMKG Mencatat 45 Kali Gempa Susulan di Bengkulu dan Mentawai

Demon Fajri, Jurnalis · Sabtu 02 Februari 2019 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 02 340 2013038 sejak-sore-bmkg-mencatat-gempa-susulan-45-kali-di-bengkulu-dan-mentawai-28mk8ueM0T.jpg Ilustrasi Gempabumi (foto: Shutterstock)

BENGKULU - Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Stasiun Geofisika Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu mencatat, sejak gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (2/2/2019), sekira 16.03 WIB hingga saat ini telah terjadi gempa susulan sebanyak 45 kali gempa.

Gempa susulan tersebut berpusat atau epicenter di sekitaran Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Di mana 45 gempa susulan yang terjadi tersebut berkuatan dari 2.8 SR hingga 6.0 SR. Gempa kembali terjadi pada pukul 20.10 WIB, berkekuatan 5.0 SR.

(Baca Juga: Gempa Mentawai, BMKG: Itu Merupakan Gempa Bumi Dangkal) 

Gempa tersebut berada di episenter pada koordinat 2.83 lintang selatan (LS) dan 100.11 bujur timur (BT), atau tepatnya berlokasi di 109 kilometer (KM) Tenggara Kepulauan Mentawai, 148 km Barat Daya Mukomuko, Bengkulu, 168 km Barat Daya, Sungai Penuh, Jambi, 216 km Barat Daya, Padang, Sumatera Barat, dengan kedalaman 20 Km.

 

Terakhir, gempa susulan kembali terjadi sekira pukul 20.33 WIB, dengan kekuatan 4.5 SR, dengan kedalaman 22 km. Gempa tersebut tidak begitu dirasakan masyarakat di wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu dan sekitarnya.

PMG Pelaksana Lanjutan Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Alexander Parera mengatakan, sejak gempa pada Sabtu 2 Februari 2019, pukul 16.03 WIB, gempa susulan sudah terjadi sebanyak 45 kali. Gempa susulan tersebut merupakan satu rangkaian dengan gempa di Kepulauan Mentawai.

''Hingga pukul pukul 20.18 WIB, tercatat sudah 45 event kejadian gempa bumi,'' kata Alexander, ketika di konfirmasi Okezone, Sabtu (2/2/2019).

Gempa susulan yang terjadi, sampai Alexander, banyak event dengan kekuatan 3 SR hingga 5 SR. Gempa tersebut disebabkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Benioff. Zona subduksi lempeng yang memiliki sudut tunjaman yang relatif tajam di bawah lempeng Eurasia.

Zona ini di mulai dari lepas pantai di sebelah barat Sumatra hingga terus menukik ke arah timur hingga ke bawah daratan pulau Sumatera.

(Baca Juga: Gempa 6,0 SR di Mentawai, BPBD Mukomuko: Belum Ada Laporan Kerusakan) 

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 21.01 WIB, sampai Alexander, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Namun, kepada masyarakat di sekitar wilayah provinsi Bengkulu diimbau tetap tenang karena gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami, serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.

''Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Gempa susulan akan terus dimonitoring,'' ucap Alexander.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini